kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.836.000   17.000   0,93%
  • USD/IDR 16.720   -165,00   -1,00%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

Express perluas layanan dengan express card


Jumat, 04 April 2014 / 07:15 WIB
Express perluas layanan dengan express card
ILUSTRASI. Xi Jinping memerintahkan kepada tentara China untuk memfokuskan seluruh energinya pada persiapan untuk perang. REUTERS/Carlos Garcia Rawlins


Reporter: Izzatul Mazidah | Editor: Anastasia Lilin Yuliantina

JAKARTA. Persaingan bisnis transportasi taksi di Ibu Kota kian ketat, PT Express Transindo Utama Tbk memasang strategi dengan meluncurkan Express Card. Ini adalah kartu isi ulang serupa e-money yang memungkinkan penumpang tak membayar dengan uang tunai.


Merry Angraini, Corporate Secretary Express Transindo Utama menuturkan, perusahaan tak menggandeng perbankan mana pun untuk menjalankan strategi ini. "Kartu ini dengan sistem pengisian saldo untuk proses penggunaannya," beber Merry, Kamis (3/4).


Sebagai langkah awal, Express Transindo memperuntukkan Express Card untuk pelanggan korporasi. Itu pun masih dalam tahap uji coba hingga akhir 2014. Nanti, jika strategi ini berjalan bagus, perusahaan juga menawarkan cara pembayaran ini kepada pelanggan perorangan.


Selain akan memberlakukan Express Card, tahun ini, perusahaan ini juga menggelontorkan anggaran Rp 650 miliar untuk membeli 2.000 unit Toyota Etios. Ini adalah taksi Express kelas reguler.


Sekadar info, sejauh ini, 85% pendapatan Express Transindo masih dominasi layanan taksi reguler. Sisanya disumbang layanan taksi kelas executive dengan nama Tiara Express dan taksi kelas premium dengan armada berupa limosin.


Express juga mengklaim mengempit pangsa pasar 20%-25% di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek). Tahun lalu, perusahaan ini mencetak pendapatan Rp 686,92 miliar dan laba bersih Rp 131,59 miliar. "Tahun ini, kami menargetkan pendapatan tumbuh 20%-25% dan laba bersih tumbuh 18%-20%," kata Merry.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Survei KG Media

TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Procurement Economies of Scale (SCMPES) Brush and Beyond

[X]
×