Reporter: Ahmad Febrian, Rashif Usman | Editor: Ahmad Febrian
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Di tengah ketatnya persaingan, industri telekomunikasi harus bisa menawarkan inovasi.
Telkomsel misalnya, memperkenalkan fitur akumulasi kuota alias sisa kuota bisa dibawa. Fitur ini memungkinkan pelanggan tetap dapat menggunakan sisa kuota utama pada bulan berikutnya.
VP Simpati Product Marketing Telkomsel, Adhi Putranto mengatakan, dengan hadirnya fitur ini, pelanggan SIMPATI kini memiliki keleluasaan lebih dalam mengatur pemakaian internet, membuat manfaat jumlah kuota pelanggan makin optimal sesuai perkembangan kebutuhan.
“Fitur ini kami hadirkan agar pelanggan benar-benar dapat merasakan nilai lebih dari paket yang mereka pilih. Simpati memberi pilihan, yaitu paket dengan metode akumulasi bagi yang ingin kuotanya selalu bermanfaat, atau paket non akumulasi bagi yang mencari opsi lebih hemat," kata Adhi, belum lama ini.
Indosat dengan brand IM3 juga telah memiliki fitur akumulasi kuota atau rollover. Pengguna tidak akan lagi mengalami kuota hangus dengan berlangganan paket Freedom Combo.
Begitu juga XL Smart melalui Xtra Combo Flex: Paket ini memiliki fitur akumulasi kuota. Memungkinkan sisa kuota (terutama kuota utama) tetap dapat digunakan pada periode berikutnya selama paket diperpanjang atau diisi ulang sebelum kedaluwarsa.
Agung Harsoyo, Dosen Sekolah Teknik Elektro dan Informatika (STEI) ITB menjelaskan, berbagai produk operator telekomunikasi tersebut merupakan langkah untuk mengikuti dinamika dan kebutuhan konsumen.
Baca Juga: Targetkan Perluasan Akses Internet di Luar Jawa, Linknet Fokus ke Model Kolaboratif
Anggota Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) periode 2015–2018 dan periode 2018–2021 ini menjelaskan, awal mula produk selular masuk Indonesia adalah pascabayar (postpaid) dengan skema tarif berdasarkan penggunaan (pay-as-you-use).
Lantaran kebutuhan dan dinamika konsumen di Indonesia, operator membuat produk prabayar (prepaid). Saat itu produk prabayar masih memberlakukan tarif berdasarkan penggunaan. Ternyata konsep ini menurut konsumen sangat memberatkan dan mahal.
Melihat dinamika dan kebutuhan masyarakat, operator menciptakan produk paket dengan batas waktu. Baik itu paket bicara, paket SMS, maupun paket data. Produk dengan konsep paket ini dinilai Agung sesuai dengan kebutuhan masyarakat pada saat itu, sehingga produk paket tersebut diminati dan berjalan hingga saat ini.
Menurut Agung, paket kuota rolloverjawaban operator untuk mengikuti dinamika kebutuhan konsumen yang menginginkan kuota data mereka sesuai masa aktif kartu atau paket. Sehingga tak ada satupun produk operator selular yang merugikan konsumen.
"Justru saat ini operator selular mengeluarkan banyak pilihan tarif dan paket, baik itu tarif berdasarkan penggunaan, paket berbatas waktu, atau kuota rollover," kata Agung, dalam keterangannya, Jumat (6/20.
Ia menjelaskan, industri telekomunikasi di Indonesia itu highly regulated, sehingga tak ada satupun produk operator tidak sesuai dengan koridor regulasi yang berlaku. Penetapan tarif sudah diatur dalam Peraturan Pemerintah maupun Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika Nomor 5 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Telekomunikasi.
"Secara prinsip, kerangka hukum telekomunikasi mengizinkan skema kuota berbasis waktu, dengan ketentuan transparansi informasi kepada konsumen," ungkap Agung.
Agar konsumen dapat efektif dan efisien dalam menggunakan layanan telekomunikasi, Agung menyarankan kepada konsumen untuk membeli produk operator selular sesuai kebutuhan dan kemampuan mereka. Selain itu, konsumen juga diminta untuk lebih jeli serta membaca syarat dan ketentuan.
Selanjutnya: MAIPARK Nilai Industri Perasuransian Sudah Masuk Dalam Kondisi Softening Market
Menarik Dibaca: Semifinal BATC 2026 : Berikut Skuad Tim Putra Indonesia Melawan Jepang
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













