kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.857.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.020   -18,00   -0,11%
  • IDX 7.027   -157,66   -2,19%
  • KOMPAS100 971   -21,90   -2,21%
  • LQ45 715   -12,21   -1,68%
  • ISSI 251   -5,90   -2,30%
  • IDX30 389   -4,63   -1,18%
  • IDXHIDIV20 483   -4,52   -0,93%
  • IDX80 109   -2,25   -2,01%
  • IDXV30 133   -1,42   -1,05%
  • IDXQ30 127   -1,23   -0,96%

Food Station targetkan market share 6% di 2017


Selasa, 13 Desember 2016 / 17:30 WIB


Reporter: Umi Kulsum | Editor: Rizki Caturini

JAKARTA. PT Food Station Tjipinang Jaya siap menggeber bisnis di tahun 2017. Setelah dana Penyertaan Modal Daerah (PMD) sebesar Rp 300 miliar yang diajukan untuk Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) 2016 disetujui oleh Badan Anggaran (Banggar) DPRD DKI, pengelola tunggal Pasar Induk Cipinang ini bakal menggunakan dana tersebut untuk pengembangan usaha.  

Rencananya, dana tersebut akan digunakan untuk membeli gabah dan beras cadangan di tahun 2017. Perusahaan BUMD DKI Jakarta ini berusaha untuk meningkatkan market share yang saat ini baru mencapai 3%. “Targetnya di Jakarta market share menjadi sekitar 6%,” kata Direktur Utama PT Food Station Tjipinang Jaya Arief Prasetyo Adi kepada KONTAN, Senin (12/12).

Caranya tentu dengan menggenjot penjualan. Saat ini pasar tradisional menjadi kontributor terbesar pendapatan hingga mencapai 85%. Adapun kontribusi penjualan di pasar modern sekitar 15%. Agar penjualan bisa bertumbuh di 2017, Food Station bakal menggaet peritel lokal untuk perluas distribusi seperti Tip Top, Naga dan Rans Market.

Arief melihat, pasar lokal masih menggiurkan sehingga memiliki potensi yang sangat besar di tahun depan. Namun tak menutup kemungkinan Food Station juga bakal mencoba menjajaki pasar ekspor. “Masih penjajakan dan melihat terlebih dahulu potensi pasarnya seperti apa,” ujar Arief.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×