kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.922.000   20.000   0,69%
  • USD/IDR 17.021   8,00   0,05%
  • IDX 7.027   -157,66   -2,19%
  • KOMPAS100 971   -21,90   -2,21%
  • LQ45 715   -12,21   -1,68%
  • ISSI 251   -5,90   -2,30%
  • IDX30 389   -4,63   -1,18%
  • IDXHIDIV20 483   -4,52   -0,93%
  • IDX80 109   -2,25   -2,01%
  • IDXV30 133   -1,42   -1,05%
  • IDXQ30 127   -1,23   -0,96%

Freeport Indonesia menanti izin perpanjangan penyelesaian proyek smelter tembaga


Minggu, 07 Juni 2020 / 12:28 WIB
ILUSTRASI. Smelter PT Freeport Indonesia


Reporter: Dimas Andi | Editor: Anna Suci Perwitasari

Asal tahu saja, PTFI menggandeng Chiyoda asal Jepang sebagai kontraktor utama. Selain itu, PTFI juga mengandalkan Finlandia sebagai penyokong teknologi smelter Outotec. Ada juga peralatan proyek yang dipasok dari Spanyol dan Italia.

Kegiatan ekonomi di negara-negara tersebut masih tersendat akibat pandemi virus corona sehingga berpengaruh terhadap kelangsungan proyek smelter PTFI.

Baca Juga: Bupati Mimika minta Jokowi tutup sementara Freeport, ini alasannya

Lebih lanjut, untuk membiayai proyek smelter tersebut, PTFI membutuhkan investasi sebanyak US$ 3 miliar. Perusahaan ini punya rencana untuk menarik pinjaman dari sejumlah perbankan sebesar US$ 2,8 miliar. Namun, rencana tersebut terganggu akibat efek pandemi virus corona.

“PTFI masih terus membahas dengan sejumlah bank mengenai langkah selanjutnya dalam pembiayaan proyek smelter sambil menunggu arahan lebih lanjut dari pemerintah,” ungkap dia.

Dihubungi secara terpisah, Direktur Pembinaan dan Pengusahaan Mineral Kementerian ESDM Yunus Saefulhak mengaku, pembahasan mengenai perpanjangan masa penyelesaian smelter PTFI masih berlangsung. 

Tak hanya itu, pemerintah juga membahas izin perpanjangan penyelesaian smelter yang dibangun oleh PT Amman Mineral Nusa Tenggara.

“Sedang dibahas tapi tetap harus sesuai dengan perubahan UU Minerba yang sudah disahkan,” ujar dia, Jumat (5/6).

Baca Juga: Ada pandemi corona, revisi RKAB perusahaan tambang bakal lebih bervariasi

Catatan Kontan, dalam laporan verifikasi kepada Kementerian ESDM, pengerjaan smelter PTFI per Januari 2020 mencapai 4,88% dari total proyek. Pengerjaan Front End Engineering Design (FEED) untuk proyek tersebut sudah rampung.

Smelter PTFI ini akan memiliki dua fasilitas, yakni untuk pengolahan konsentrat tembaga menjadi katoda tembaga dan fasilitas pemurnian logam berharga atau Precious Metal Refinery (PMR). 

Smelter tembaga tersebut memiliki kapasitas input 2 juta ton konsentrat tembaga per tahun dan dapat menghasilkan katoda tembaga sekitar 550.000—600.000 ton per tahun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×