kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 17.993   30,00   0,17%
  • IDX 5.718   22,66   0,40%
  • KOMPAS100 739   3,49   0,48%
  • LQ45 561   3,90   0,70%
  • ISSI 199   0,28   0,14%
  • IDX30 317   1,49   0,47%
  • IDXHIDIV20 391   2,03   0,52%
  • IDX80 84   0,34   0,40%
  • IDXV30 107   0,30   0,29%
  • IDXQ30 102   0,50   0,49%

Freeport Indonesia tetap fokus transisi tambang bawah tanah walau ada pandemi corona


Senin, 30 Maret 2020 / 14:07 WIB
ILUSTRASI. andy.dwijayanto@kontan.co.id-Andy Dwijayanto / KONTAN-Tambang Bawah Tanah Freeport Bakal Membentang 1000 Km


Reporter: Dimas Andi | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Wabah Corona yang menyebar di Indonesia dan dunia membuat perusahaan-perusahaan tambang waspada. Tidak terkecuali PT Freeport Indonesia.

Vice President Corporate Communication PTFI Riza Pratama menyebut, di tengah pandemi Corona akhir-akhir ini, pihaknya tetap fokus melaksanakan proses transisi tambang terbuka (open pit) menjadi tambang bawah tanah (underground mine) di Grasberg, Papua.

Baca Juga: Perketat sebaran corona, Freeport Indonesia sebut operasional tambang jalan terus

PTFI pun memastikan operasional tambang bawah tanah akan segera optimal di tahun 2022 mendatang. "Sejauh ini masih belum ada perubahan target," kata dia kepada Kontan, Senin (30/3).

Hal yang sama juga berlaku pada proyeksi produksi bijih harian PTFI. Tahun ini, PTFI masih mempertahankan proyeksi produksi bijih di level 96.000 ton per hari sekalipun Corona mengancam. Produk bijih tersebut terdiri dari mineral tembaga, emas, dan perak.

Produksi bijih PTFI juga masih diperkirakan meningkat di tahun 2021 menjadi 160.000 ton per hari, kemudian di tahun 2022 menjadi 216.000 ton per hari, dan di tahun 2023 naik menjadi 217.000 ton per hari.

Riza menegaskan, prioritas PTFI saat ini adalah memastikan kesehatan dan keselamatan seluruh karyawan, keluarga karyawan, hingga masyarakat komunitas di sekitar area tambang. Sebab, hal tersebut berkaitan dengan keberlanjutan produktivitas tambang PTFI itu sendiri.

Baca Juga: Freeport-McMoRan to cut dividend and slash costs as coronavirus spreads

Di samping itu, Riza juga mengaku selain wabah Corona, tekanan terhadap kinerja PTFI juga berasal dari kondisi harga komoditas yang diliputi ketidakpastian. Salah satunya harga tembaga global.

Mengutip Bloomberg, harga tembaga kontrak tiga bulanan di London Metal Exchange (LME) terkoreksi 22,41% (ytd) ke level US$ 4.790 per metrik ton pada Jumat (27/3) lalu. "Maka dari itu kami memperhatikan dan melakukan berbagai upaya efisiensi biaya," tukas Riza.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×