kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.700.000   20.000   0,75%
  • USD/IDR 17.888   6,00   0,03%
  • IDX 6.298   -75,51   -1,18%
  • KOMPAS100 823   -12,20   -1,46%
  • LQ45 626   -7,82   -1,23%
  • ISSI 218   -2,30   -1,04%
  • IDX30 350   -4,32   -1,22%
  • IDXHIDIV20 426   -3,58   -0,83%
  • IDX80 94   -1,33   -1,40%
  • IDXV30 118   -0,80   -0,68%
  • IDXQ30 111   -1,04   -0,93%

Gandeng Dukcapil, Pertamina Patra Niaga Perketat Penyaluran Subsidi LPG 3 Kg


Kamis, 13 Agustus 2026 / 12:20 WIB
Gandeng Dukcapil, Pertamina Patra Niaga Perketat Penyaluran Subsidi LPG 3 Kg
ILUSTRASI. Pembelian LPG 3 Kg Bakal Diatur Lagi Biar Lebih Tepat Sasaran (KONTAN/Carolus Agus Waluyo)


Reporter: Arif Ferdianto | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Pertamina Patra Niaga resmi menjalin kerja sama dengan Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Ditjen Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri untuk memperketat tata kelola penyaluran energi bersubsidi. 

Ini dilakukan melalui pemanfaatan akses data kependudukan guna memastikan pendistribusian LPG 3 kilogram (kg) dapat semakin tepat sasaran.

Integrasi data kependudukan tersebut menjadi landasan dalam memvalidasi Nomor Induk Kependudukan (NIK) konsumen secara real time.

Kebijakan ini sekaligus menjalankan mandat Keputusan Menteri ESDM Nomor 37 Tahun 2023 tentang Petunjuk Teknis Transformasi Subsidi Tepat LPG.

Baca Juga: Pertamina Sesuaikan Harga LPG Non-Subsidi, Bright Gas 5,5 kg dan 12 kg Turun Harga

Direktur Utama Pertamina Patra Niaga, Mars Ega Legowo Putra menegaskan, pemanfaatan data NIK merupakan komitmen perseroan dalam memperkuat tata kelola subsidi energi nasional. 

Menurutnya, akurasi data kependudukan menjadi kunci utama agar alokasi anggaran subsidi yang dikucurkan pemerintah benar-benar dirasakan oleh kelompok masyarakat yang berhak dari Sabang sampai Merauke.

"Pertamina Patra Niaga berkomitmen mewujudkan cita-cita pemerintah untuk memastikan ketahanan energi dengan tata kelola subsidi yang baik dan memastikan pelayanan energi menjangkau masyarakat dari Sabang sampai Merauke," ujarnya dalam keterangan resminya dikutip Kamis (13/8/2026).

Sementara itu, Direktur Jenderal Dukcapil Kemendagri, Teguh Setyabudi mengatakan, hingga Semester I tahun 2026, jumlah penduduk Indonesia tercatat sekitar 290,1 juta jiwa dengan hampir mendekati 99% penduduk wajib KTP telah terekam biometrik.

Baca Juga: Pengamat: Optimalisasi CNG Lebih Efisien dari Beban Subsidi Rp 87 Triliun Per Tahun

"Kami mengapresiasi kerja sama dengan Pertamina Patra Niaga. Pemanfaatan data kependudukan ini kami harapkan tidak hanya mendukung penyaluran subsidi LPG 3 kg agar lebih tepat sasaran, tetapi juga dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan lain dalam mendukung tugas dan layanan Pertamina Patra Niaga," jelasnya.

Melalui kerja sama pemanfaatan hak akses data ini, Pertamina Patra Niaga optimistis sistem verifikasi kependudukan yang terhubung langsung dengan Dukcapil akan meningkatkan efisiensi operasional perseroan. Integrasi ini juga menjadi fondasi penting bagi pengembangan layanan distribusi energi berkeadilan di seluruh wilayah Indonesia ke depan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×