kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.920.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

Gapkindo: BKPM Harus Jemput Bola


Senin, 21 Juni 2010 / 14:38 WIB
Gapkindo: BKPM Harus Jemput Bola


Reporter: Amailia Putri Hasniawati |

JAKARTA. Gabungan Pengusaha Karet Indonesia (Gapkindo) meminta BKPM jemput bola untuk mengeluarkan kebijakan menutup industri pengolahan karet kering atau crumb rubber di Indonesia bagi investor asing. Pasalnya, saat ini kapasitas industri terpasang pabrik pengolah karet itu lebih tinggi dari kemampuan produksi.

Kapasitas produksinya mencapai 3,5 juta ton per tahun, tapi produksi rata-ratanya hanya 2,5 juta ton per tahun.

Penasihat Gapkindo Daud Husni Bastari mengungkpakna, pihaknya sudah mengajukan usulan penutupan tersebut sejak dua tahun lalu, namun belum ada respons.

Menurutnya, pada dasarnya, pertimbangan untuk penutupan itu kebijakan mutlak dari BKPM. Setelah dilakukan penilaian, baru otoritas investasi itu meminta masukan dari kementerian terkait.

“Mustinya BKPM yang jemput bola, bukan menunggu seperti ini, kita lihat Malaysia saja menutup investasi crumb rubber nya, kenapa kita tidak bisa seperti mereka” tandasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×