kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.857.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.020   -18,00   -0,11%
  • IDX 7.027   -157,66   -2,19%
  • KOMPAS100 971   -21,90   -2,21%
  • LQ45 715   -12,21   -1,68%
  • ISSI 251   -5,90   -2,30%
  • IDX30 389   -4,63   -1,18%
  • IDXHIDIV20 483   -4,52   -0,93%
  • IDX80 109   -2,25   -2,01%
  • IDXV30 133   -1,42   -1,05%
  • IDXQ30 127   -1,23   -0,96%

Tutup Crumb Rubber, BKPM Harus Tunggu Rekomendasi


Senin, 21 Juni 2010 / 13:42 WIB


Reporter: Asnil Bambani Amri |

JAKARTA. Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) akan mengkaji untuk menutup investasi industri pengolahan karet kering atau crumb rubber. Hanya saja, BKPM masih harus menunggu rekomendasi dari Kementerian terkait.

Kepala BKPM Gita Wirjawan mengungkapkan, untuk melakukan penutupan investasi terhadap suatu komoditas ada mekanisme yang harus dilakukan, salah satunya adalah yang berorientasi pada keuntungan bagi industri dalam negeri (cost benefit).

“Kita akan mengkaji hal itu, yang jelas musti ada rekomendasi dari kementerian terkait, selain dari para pengusaha, setelah itu baru kita akan lakukan pengkajian” ujarnya di Jakarta, Senin (21/6).

Kementerian yang dimaksud Gita adalah Kementerian Pertanian dan Kementerian Perindustrian. Sementara itu, Kementerian Pertanian mengaku sudah mengajukan rekomendasi beberapa waktu lalu.

“Kita sudah mengirimkan rekomendasi itu tiga empat bulan lalu, sekarang sudah ada di BKPM,” kata Direktur Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanain Achmad Mangga Barani.

Rekomendasi itu didasarkan pada tujuan agar petani memproduksi bahan olahan karet alias bokar bersih. Dengan demikian pendapatan petani bisa lebih baik. Perbandingan harga, normalnya harga bokar kotor Rp 15.000 per kg, sementara bokar bersih Rp 20.000 per kg.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×