kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.954.000   14.000   0,48%
  • USD/IDR 16.830   2,00   0,01%
  • IDX 8.132   99,86   1,24%
  • KOMPAS100 1.146   13,97   1,23%
  • LQ45 829   8,49   1,03%
  • ISSI 288   4,60   1,62%
  • IDX30 431   4,26   1,00%
  • IDXHIDIV20 519   5,74   1,12%
  • IDX80 128   1,62   1,28%
  • IDXV30 141   1,99   1,43%
  • IDXQ30 140   1,49   1,07%

Dewan Karet Indonesia Setuju Crumb Rubber Masuk DNI


Senin, 21 Juni 2010 / 11:45 WIB
Dewan Karet Indonesia Setuju Crumb Rubber Masuk DNI


Reporter: Asnil Bambani Amri |

JAKARTA. Ketua Dewan Karet Indonesia yang juga menjabat sebagai Ketua Asosiasi Pengusaha Ban Indonesia (APBI) Azis Pane setuju dengan usulan Kementerian Pertanian agar industri pengolahan karet kering atau crumb rubber masuk dalam daftar negatif investasi (DNI) atau tertutup buat asing.

Dengan diusulkannya industri pengolahan karet kering masuk ke dalam DNI, ia mengharapkan kemampuan produksi industri hilir bisa maksimal.

Namun, Azis juga ingin agar perdagangan karet juga dibenahi sehingga petani karet bisa menikmati hasil yang lebih besar dengan menjual karet mereka langsung ke industri. Kata Azis, selama ini umumnya petani karet menjual hasil mereka ke pedagang pengumpul yang cenderung memanipulasi harga.

“Jika petani mau menjualnya ke industri, pendapatannya akan bertambah dan jika industri hilir bekerja maksimal, penyerapan tenaga kerja bisa ditingkatkan,” kata Azis.

Saat ini kapasitas mesin pengolah karet per tahun mencapai 3,5 juta ton, sementara produksi karet rata-rata per tahun saat ini hanya 2,5 juta ton. Dengan besarnya kapasitas produksi pabrik pengolahan karet bisa mengakibatkan pelaku industri berebut bahan baku karet.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! When (Not) to Invest

[X]
×