kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45806,19   -5,40   -0.67%
  • EMAS1.055.000 -0,94%
  • RD.SAHAM -0.34%
  • RD.CAMPURAN -0.11%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.02%

Garap pasar smartphone, Sharp Electronics Indonesia luncurkan tiga ponsel pintar


Minggu, 14 Juni 2020 / 14:48 WIB
Garap pasar smartphone, Sharp Electronics Indonesia luncurkan tiga ponsel pintar
ILUSTRASI. Sharp Aquos Zero 2 dan Sharp Aquos R3

Reporter: Arfyana Citra Rahayu | Editor: Handoyo .

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Sharp Electronics Indonesia sudah terang-terangan  memperdalam pasar ponsel pintar dalam negeri karena melihat kue pasar yang gurih. Buktinya saja di sepanjang enam bulan pertama di tahun ini, mereka meluncurkan tiga model smartphone dengan harga yang bervariasi. 

National Sales Senior General Manager PT Sharp Electronics Indonesia, Andry Adi Utomo menjelaskan Sharp adalah pemain baru di pasar smartphone. "Kami bermain smartphones untuk menyikapi ke depannya produk-produk Internet of Thing (IoT) Sharp (yang terhubung melalui)  IoT ecosystem," jelasnya kepada Kontan.co.id, Jumat (12/6). 

Baca Juga: Sony luncurkan dua versi konsol game PS5 sekaligus

Andry menyatakan Sharp menggarap ceruk pasar kelas A dan B, kisaran umur 25-45 tahun sehingga harga yang ditawarkan di kisaran Rp 4 juta sampai dengan Rp 12 juta per unit.  Namun, Andry bilang sejauh ini karena Sharp masih menjadi pemain baru dalam pasar ponsel canggih, Sharp belum terang-terangan membidik target penjualan smartphone-nya. 

Product Strategy Assistant General Manager PT SHARP Electronics Indonesia, Ardy menambahkan latar belakang Sharp Electronic berani masuk ke bisnis smartphone karena melihat kue pasar yang luar biasa besar. 

"Market smartphone di Indonesia rata-rata penjualan (selling out) Rp 3,5 juta - Rp 4 juta sebulan. Ini kue yang sangat besar," jelasnya dalam peluncuran produk smartphone Sharp Aquos Zero 2 dan Sharp Aquos R3  secara virtual, Rabu (10/6). 

Adapun kue pasar yang besar dikatakan Ardy juga ditunjang oleh penetrasi smartphone hingga 70% dari penduduk Indonesia. Di saat yang sama,  perputaran pembelian handphone juga cukup kencang karena pengguna handphone cenderung cepat mengganti gawai dengan model dan teknologi yang lebih canggih. 

Baca Juga: Ini smartphone teringan di dunia besutan Sharp

Ardy menegaskan meski di kuartal II 2020 ini kondisi penjualan smartphone menurun karena Corona, di waktu selanjutnya laju bisnis smartphone diyakini akan kencang. Alasan lainnya dipaparkan Ardy, Sharp secara global memiliki bisnis IoT sehingga memang dibutuhkan smartphone untuk menunjang bisnis tersebut. 

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.


TERBARU

[X]
×