kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.550.000   -4.000   -0,16%
  • USD/IDR 18.080   20,00   0,11%
  • IDX 5.388   59,54   1,12%
  • KOMPAS100 697   10,48   1,53%
  • LQ45 545   8,81   1,64%
  • ISSI 183   1,92   1,06%
  • IDX30 305   4,36   1,45%
  • IDXHIDIV20 400   6,31   1,60%
  • IDX80 80   1,24   1,57%
  • IDXV30 111   1,31   1,20%
  • IDXQ30 101   1,89   1,91%

Garuda Indonesia menyebut proses restrukturisasi masih dalam tahap finalisasi


Minggu, 08 Agustus 2021 / 20:30 WIB
ILUSTRASI. PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) masih dibayangi permasalahan keuangan.


Penulis: Venny Suryanto | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) masih dibayangi permasalahan keuangan. Di tengah beban utang yang menumpuk, opsi restrukturisasi utang menjadi pilihan yang dijalankan, terutama dengan kreditur yang sahamnya dimiliki oleh pemerintah. 

Adapun langkah itu menjadi salah satu yang dilakukan lantaran adanya tekanan kinerja usaha dari imbas pandemi Covid-19. Dengan langkah itu, maka GIAA pun yakin masih mampu menyelamatkan bisnis dan kinerja keuangannya. Dalam catatan Kontan.co.id, restrukturisasi utamanya dilakukan terhadap para lessor atau terkait dengan penyewaan pesawat. 

Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra mengungkapkan, sampai saat ini rencana restrukturisasi bisnis usaha Garuda Indonesia masih dalam proses finalisasi lebih lanjut bersama dengan konsultan yang telah ditunjuk oleh Garuda Indonesia. 

“Proses restrukturisasi tentunya memperhatikan aspek keberlangsungan usaha Perusahaan secara jangka panjang guna menjadikan Garuda Indonesia lebih sehat dan adaptif di tengah persaingan industri penerbangan yang akan semakin kompetitif ke depannya,” kata Irfan kepada Kontan.co.id, Minggu (8/8). 

Baca Juga: Garuda Indonesia (GIAA) mencatat keterisian kargo tumbuh 75% hingga Juni 2021

Sementara itu, komunikasi intensif terus dijalin bersama dengan berbagai pihak di antaranya pihak lessor terkait dengan proses negosiasi harga dan masa kontrak pesawat Garuda Indonesia. Serta menyusul adanya rencana untuk fokus terhadap pasar domestik sebagai langkah perbaikan kinerja. 

“Selain itu bersama dengan kreditur perbankan juga tengah membahas restrukturisasi utang jangka panjang dalam pemenuhan kewajiban Garuda Indonesia,” pungkas Irfan. 

Baca Juga: Turbulensi industri penerbangan berlanjut, maskapai masih aktifkan survival mode

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×