kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.711.000   2.000   0,07%
  • USD/IDR 17.818   -194,00   -1,08%
  • IDX 6.008   121,62   2,07%
  • KOMPAS100 794   18,85   2,43%
  • LQ45 597   10,61   1,81%
  • ISSI 206   5,10   2,54%
  • IDX30 339   4,60   1,38%
  • IDXHIDIV20 418   3,54   0,86%
  • IDX80 90   1,96   2,24%
  • IDXV30 113   2,76   2,50%
  • IDXQ30 109   1,12   1,03%

Garuda kantongi sertifikasi delay manajemen


Selasa, 15 Desember 2015 / 16:50 WIB


Reporter: RR Putri Werdiningsih | Editor: Havid Vebri

JAKARTA. Maskapai pelat merah Garuda Indonesia Tbk baru saja menerima sertifikasi standar sistem manajemen mutu ISO 9001:2015 untuk Delay Management. Sertifikasi tersebut diperoleh dari British Standard Institute Indonesia selaku Badan Sertifikasi Indonesia.

“Garuda Indonesia merupakan maskapai domestik pertama yang mendapatkan sertifikat ISO 9001:2015,” kata Arif Wibowo, Presiden Direktur PT Garuda Indonesia Tbk dalam keterangan tertulisnya, Selasa (15/12).

Menurutnya dengan penerimaan ini akan semakin mendukung program peningkatan pelayanan yang sesuai dengan tuntutan para customers yang terus meningkat. Bagi Garuda delay management merupakan salah satu atribut utama dalam memenuhi kepuasan pelanggan yang bisa berpengaruh terhadap kredibilitas dan kepercayaan pelanggan.

Nicodemus P. Lampe, Direktur Layanan PT Garuda Indonesia Tbk menguraikan proses sertifikasi ISO 9001:2015 itu sendiri dimulai pada bulan Agustus 2015. Kemudian implementasi delay management manual dimulai pada Oktober 2015 di seluruh station domestik Garuda Indonesia.

Selang tiga bulan dilanjutkan dengan pelaksanaan audit. Tahap pertama meliputi audit dokumen. Sedangkan audit tahap kedua yang meliputi audit lapangan untuk mengetahui efektivitas implementasi dari delay management.

Hasil audit tahap pertama menunjukkan bahwa Delay Management Manual (DMM) Garuda telah memenuhi persyaratan sistem manajemen mutu ISO 9001:2015. Sementara audit tahap kedua telah dilaksanakan di delapan station domestik Garuda yaitu Kualanamu (KNO), Batam (BTH), Cengkareng (CGK), Surabaya (SUB), Denpasar (DPS), Makassar (UPG), Balikpapan (BPN), dan Jayapura (DJJ).

“Kami berharap di masa mendatang Garuda akan senantiasa dapat memberikan pelayanan terbaiknya kepada seluruh pengguna jasa dalam setiap situasi,” tutupnya.

Selain sertifikasi ISO 9001:2015, sejak tahun 2008 Garuda Indonesia menjadi satu-satunya maskapai di Indonesia yang memiliki sertifikat IOSA (IATA Operational Safety Audit). Sertifikasi IOSA ini dilaksanakan setiap dua tahun sekali. Sertifikat IOSA Garuda Indonesia terakhir baru saja diperpanjang pada tahun 2014 lalu.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×