kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.709.000   20.000   0,74%
  • USD/IDR 17.818   -194,00   -1,08%
  • IDX 6.008   121,62   2,07%
  • KOMPAS100 794   18,85   2,43%
  • LQ45 597   10,61   1,81%
  • ISSI 206   5,10   2,54%
  • IDX30 339   4,60   1,38%
  • IDXHIDIV20 418   3,54   0,86%
  • IDX80 90   1,96   2,24%
  • IDXV30 113   2,76   2,50%
  • IDXQ30 109   1,12   1,03%

Garuda Metalindo (BOLT) Incar Pasar Kendaraan Listrik, Begini Strateginya


Senin, 27 April 2026 / 16:43 WIB
Garuda Metalindo (BOLT) Incar Pasar Kendaraan Listrik, Begini Strateginya
ILUSTRASI. PT Garuda Metalindo Tbk (Dok/BOLT)


Reporter: Zendy Pradana | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Produsen komponen otomotif PT Garuda Metalindo Tbk (BOLT) mengungkapkan sudah menyiapkan sejumlah strategi untuk mengembangkan bisnisnya kedepan. Salah satu strateginya yakni keinginan perluas pasar kendaraan listrik atau elekrik vehicle (EV).

Direktur PT Garuda Metalindo Tbk (BOLT), Anthony Wijaya menyatakan bahwa perseroan akan tetap aktif dalam berpartisipasi pada project-project lokal, khususnya dari produsen roda dua dan empat kendaraan listrik.

"Namun kalau ditargetkan berapa, sebetulnya kita belum bisa tahu karena pada saat ini sebetulnya bisa dibilang roda dua masih sangat-sangat minim," ujar Anthony dalam acara paparan publik usai RPUS di kantor pusat, Jakarta Utara, Senin (27/4/2026).

Baca Juga: Investasi Manufaktur Capai Rp 418,62 Triliun, Ekonom: Belum Ada Tanda Perbaikan Nyata

Anthony menjelaskan target pasokan bahan-bahan ke industri kendaraan listrik, tetap harus memperhatikan penjualan roda dua lebih dahulu. Namun, semuanya tetap di supply jika ada permintaan.

"Jadi tentu kita aktif berpartisipasi tapi kita belum bisa targetkan kapan, karena pada saat ini kami sudah involved, namun memang penjualan mereka sendiri yang masih kecil," ucap Anthony.

Meski begitu, untuk kendaraan listrik roda empat, perseroan sudah mulai banyak berkomunikasi untuk melakukan pertumbuhan perusahaan.

"Indonesia yang punya pabrik sebetulnya baru BYD sama VinFast yang lain kan baru assembly-assembly saja gitu, enggak ada lokalisasi sebetulnya. Nah, jadi si VinFast dan BYD ini pun sebetulnya juga belum produksi bagaimana gitu. VinFast kan baru mulai sedikit ya," kata dia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
Kontan Academy
Langganan Business Insight Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×