kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.593.000   1.000   0,04%
  • USD/IDR 17.693   -14,00   -0,08%
  • IDX 6.437   -24,30   -0,38%
  • KOMPAS100 850   -5,62   -0,66%
  • LQ45 647   -3,80   -0,58%
  • ISSI 223   -0,27   -0,12%
  • IDX30 359   -2,55   -0,71%
  • IDXHIDIV20 447   -3,40   -0,76%
  • IDX80 97   -0,66   -0,67%
  • IDXV30 124   -0,63   -0,51%
  • IDXQ30 116   -0,92   -0,79%

Genjot produksi gula, area tebu harus diperluas


Senin, 04 April 2016 / 16:48 WIB


Sumber: Kompas.com | Editor: Dikky Setiawan

JAKARTA. Asosiasi dan produsen tebu dan gula nasional menyatakan perlu untuk segera mencari solusi terkait permasalahan yang dialami industri gula nasional. Pasalnya, hal ini menyangkut kesejahteraan petani tebu dan keberlangsungan produksi.

Direktur Utama PT Rajawali Nusantara Indonesia B Didik Prasetyo menyatakan, pada tahun 2013 lalu terjadi masalah yang serius dalam industri gula. Selain harga gula yang tidak terlalu bagus, luas area perkebunan tebu juga semakin menurun.

"Perlu dicari formula terbaik bagi petani dan untuk mendorong petani untuk memperluas area tebu. Perlu dicari supaya petani mau menanam tebu dengan penghasilan yang bisa diprediksi sehingga bisa paham saat ditebang sudah memperoleh berapa," ujar Didik saat peresmian kantor baru AGI, Senin (4/4/2016).

Pada kesempatan yang sama, Direktur Eksekutif Asosiasi Gula Indonesia (AGI) Agus Pakpahan menjelaskan, pihaknya mengidentifikasi beberapa masalah pergulaan yang saat ini perlu mendapatkan perhatian.

Pertama, rendahnya produktivitas. "Ini terutama rendemen yang mengakibatkan pendapatan petani tebu menurun," jelasnya.

Masalah kedua adalah lahan untuk tanaman tebu yang semakin menurun. Menurut Agus, penyebabnya adalah baik karena menurunnya minat petani maupun konversi ke usaha komoditas lain. Selain itu, potensi hilirisasi belum tergarap secara serius.

Pilihan teknologi pengolahan gula pun masih bersifat tradisional. "Terkait kebijakan, kebijakan tata niaga gula dan pendanaan dan perpajakan dengan adanya PPn Jasa Giling juga menjadi masalah," terang Agus. (Penulis: Sakina Rakhma Diah Setiawan)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×