Reporter: Arif Ferdianto | Editor: Avanty Nurdiana
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Holding BUMN Industri Pertambangan, PT Mineral Industri Indonesia atau MIND ID terus menguatkan perannya sebagai perpanjangan tangan negara dalam mengelola sumber daya alam mineral nasional.
Hal ini dilakukan untuk mengoptimalkan penerimaan negara sekaligus memperkuat tata kelola sektor pertambangan di tanah air.
Peran penting tersebut sejalan dengan amanat Undang-Undang Dasar 1945 Pasal 33 ayat (3), yang menegaskan kekayaan alam dikuasai oleh negara demi kemakmuran rakyat.
Baca Juga: Indonesia Berpeluang Kuasai 20% Pasar pCAM Dunia pada 2030
Untuk itu, MIND ID berkomitmen mendorong penguatan produksi, percepatan hilirisasi, perbaikan tata kelola, hingga pembangunan ekosistem industri yang terintegrasi.
Direktur Utama MIND ID, Maroef Sjamsoeddin menyampaikan, potensi ekonomi sektor pertambangan Indonesia sangat besar dan dapat terus diperkuat kontribusinya. Sebagai motor hilirisasi, perseroan berupaya memastikan pengelolaan mineral memberikan dampak signifikan bagi perekonomian nasional secara berkelanjutan.
“Optimalisasi penerimaan negara akan semakin optimal melalui pengelolaan sumber daya alam yang dikelola langsung melalui entitas milik Negara. Dengan dukungan kebijakan dari seluruh pemangku kepentingan, MIND ID berkomitmen terus memperkuat kontribusi bagi negara melalui pengelolaan sumber daya mineral yang semakin terintegrasi, penguatan hilirisasi, dan pengembangan industri bernilai tambah,” jelasnya dalam RDP bersama Komisi XII DPR RI, Jakarta, Selasa (15/9/2026).
Berdasarkan Laporan Keberlanjutan 2025, MIND ID mencatatkan Generated Economic Value sebesar Rp 185,16 triliun dan Distributed Economic Value mencapai Rp 180,30 triliun.
Dari pencapaian tersebut, kontribusi langsung kepada negara melalui pembayaran dividen, pajak, serta kewajiban lainnya berhasil menembus angka Rp 32,82 triliun.
Guna memperbesar penciptaan nilai tambah domestik, Grup MIND ID tengah mengeksplorasi dan mengeksekusi sejumlah proyek strategis nasional.
Baca Juga: Pemerintah Siapkan Strategi Kejar Swasembada Bawang Putih dalam 3 Tahun
Proyek tersebut mencakup pembangunan ekosistem bauksit-alumina-aluminium terintegrasi, pemurnian dan pencetakan emas logam mulia, hingga pengembangan rantai pasok ekosistem baterai kendaraan listrik.
Selain berfokus pada hilirisasi mineral, entitas BUMN pertambangan ini juga menjalankan fungsi strategis dalam menjaga pasokan serta ketahanan energi nasional. Melalui PT Bukit Asam Tbk, grup secara konsisten memenuhi bahkan melampaui kewajiban Domestic Market Obligation (DMO) batu bara untuk pembangkit listrik.
Maroef menegaskan, pihaknya memiliki kesiapan penuh dari sisi sumber daya manusia, teknologi, pengalaman operasional, hingga jaringan industri. Menurutnya, penguatan peran BUMN di sektor mineral bertujuan memastikan terciptanya lapangan kerja baru, penguasaan teknologi, serta peningkatan penerimaan negara di dalam negeri.
“Kami siap menjalankan mandat yang lebih besar dalam pengelolaan sumber daya alam nasional. Dengan sinergi antara pemerintah, DPR, dan MIND ID, kami meyakini kekayaan mineral Indonesia dapat menjadi fondasi yang semakin kuat bagi memperkuat kedaulatan ekonomi dan kemakmuran rakyat,” tegasnya.
Menanggapi pemaparan tersebut, Komisi XII DPR RI menyatakan dukungan penuh terhadap seluruh upaya MIND ID dalam mempercepat program hilirisasi. Parlemen juga mendukung kepastian penerapan DMO serta penguatan tata niaga komoditas strategis seperti emas agar semakin transparan, berkeadilan, dan optimal bagi negara.
Baca Juga: Sariguna (CLEO) Bidik Pertumbuhan Dobel Digit, Siapkan Pabrik Baru hingga Produk Baru
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














