Reporter: Ahmad Febrian | Editor: Ahmad Febrian
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mencatat, produksi ikan hias Indonesia pada 2024 mencapai sekitar 1,5 miliar ekor. Adapun nilai produksi sekitar Rp 7 triliun.
Besarnya produksi tersebut menunjukkan potensi pengembangan ekosistem bisnis yang tidak hanya berasal dari komoditas ikan hias. Tapi juga berbagai produk dan layanan pendukungnya.
Peluang pasar juga terlihat dari masuknya produk akuarium dari luar negeri. Berdasarkan penelusuran data shipment Volza, terdapat sekitar 150 pengiriman produk terkait akuarium dalam klasifikasi HSN 7020 ke Indonesia sepanjang Juni 2024 hingga Mei 2025.
Salah satu pengiriman tercatat mencapai 15.000 unit aquarium tank berukuran 40 sentimeter dari China. Melihat peluang tersebut, Rumah Mayin mengembangkan produk akuarium 3Pawns di dalam negeri.
Baca Juga: Pemerintah Siapkan Strategi Kejar Swasembada Bawang Putih dalam 3 Tahun
Marketing Manager Rumah Mayin, Alysha Gardiola mengatakan, perkembangan hobi ikan hias dan aquascape tidak hanya menciptakan kebutuhan terhadap ikan, tetapi juga berbagai peralatan pendukung.
“Kami melihat pentingnya menghadirkan produk akuarium yang memiliki kualitas tinggi, dirancang dengan memperhatikan kebutuhan pengguna, dan dapat diproduksi di Indonesia,” ujar Alysha dalam keterangannya, Rabu (16/9)..
Rumah Mayin memproduksi akuarium di fasilitas perusahaan di Tangerang. Saat ini, fasilitas tersebut memiliki kapasitas produksi sekitar 100 unit akuarium per bulan.
Perusahaan membuka peluang meningkatkan kapasitas produksi seiring pertumbuhan permintaan pasar. Rumah Mayin juga membidik peningkatan skala dan efisiensi produksi agar produknya dapat bersaing di pasar yang lebih luas.
“Dengan pasar domestik sebagai basis, kami berharap skala produksi dapat terus meningkat sehingga semakin efisien dan ke depan mampu bersaing di pasar internasional,” kata Alysha.
Bertambahnya jumlah penghobi ikan hias dan aquascape juga berpotensi meningkatkan permintaan pada sejumlah bisnis pendukung, mulai dari ikan hias, tanaman akuatik, peralatan dan aksesori hingga jasa perawatan akuarium.
Ke depan, Rumah Mayin menargetkan peningkatan kapasitas produksi dan perluasan distribusi di pasar domestik. Perusahaan juga melihat peluang membawa produk akuarium buatan Indonesia ke pasar ekspor.
Kami melihat Indonesia memiliki peluang untuk tidak hanya menjadi pasar bagi produk akuarium, tetapi juga menjadi basis produksi," ujar Alysha.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














