kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45936,33   0,99   0.11%
  • EMAS1.321.000 0,00%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Geo Dipa targetkan pengembangan panas bumi capai 400 MW


Jumat, 23 April 2021 / 09:01 WIB
Geo Dipa targetkan pengembangan panas bumi capai 400 MW


Reporter: Filemon Agung | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Geo Dipa Energi (GDE) menargetkan pengembangan panas bumi mencapai 400 MW dalam beberapa tahun mendatang.

Adapun, hingga saat ini tercatat total kapasitas terpasang pembangkit Geo Dipa mencapai 130 MW. Geo Dipa tercatat memiliki kewajiban untuk mengembangkan kontrak area Dieng hingga 400 MW.

Yang terbaru, Geo Dipa baru saja melaksanakan first blow PLTP Small Scale Dieng 10 MW pada Kamis (22/4).

Baca Juga: Simak babak baru kelanjutan pembentukan holding BUMN panas bumi

Direktur Operasi dan Pemgembangan Niaga Geo Dipa Dodi Herman proyek small scale dengan kapasitas sebesar 10 MW ini diharapkan mampu memberikan manfaat peningkatan ekonomi.

 Selain itu, pengembangan proyek yang dilakukan GeoDipa ini merupakan pembangunan yang dilakukan secara berkelanjutan guna mendukung tercapainya target pembangunan energi, khususnya panas bumi yang ramah lingkungan.

“Sebagai satu-satunya BUMN di sektor panas bumi, GeoDipa berkomitmen untuk bisa memenuhi target pemanfaatan energi baru terbarukan menjadi energi listrik melalui pemanfaatan potensi panas bumi,” ujar Dodi.

PLTP Small Scale Dieng sebesar 10 MW ini juga telah masuk dalam program strategis nasional RUPTL (2019-2018), Road Map Panas Bumi EBTKE 2017-2025, bahkan termasuk Kegiatan Prioritas Pemantauan Kantor Staf Presiden Jokowi yang selalu dimonitor guna peningkatan Kapasitas Terpasang PLTP di Indonesia.

“Pengembangan panas bumi sebagai salah satu sumber energi terbarukan menjadi sangat penting dalam menjamin keberlanjutan dan keamanan energi, salah satunya sebagai pemasok energi listrik di Indonesia. Pembangunan PLTP Small Scale Dieng 10 MW ini juga merupakan salah satu upaya dan komitmen yang dilakukan GeoDipa untuk mendukung program pemerintah,” kata Dodi.

Proyek senilai US$ 21 juta ini juga bersinergi dengan Special Mission Vehicle (SMV) di bawah Kementerian Keuangan Republik Indonesia, di mana pembiayaan proyek tersebut mendapatkan pinjaman dari PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) “PT SMI”.

First Blow Small Scale Turbine merupakan tahapan percobaan pengoperasian turbin akan tetapi belum ada pembebanan listrik, artinya kegiatan pemutaran turbin ini belum ada energi listrik yang dihasilkan.

Selain kegiatan First Blow Small Scale, GeoDipa juga turut memberikan bantuan berupa 4830 paket sembako kepada warga kurang mampu dan santunan kepada 100 anak yatim di wilayah kerja PT Geo Dipa Energi (Persero) Unit Dieng yang tersebar di 3 Kabupaten, yaitu Kabupaten Banjarnegara, Kabupaten Wonosobo, dan Kabupaten Batang.

Baca Juga: Geo Dipa Energi melakukan first blow PLTP Small Scale Dieng 10 MW

Selanjutnya, Geo Dipa tengah berfokus menjalankan proyek Dieng Unit-2 berkapasitas 55 MW yang juga bakal menyuplai ke sistem kelistrikan Jawa, Madura dan Bali (Jamali). "Persiapan pengeboran sumur dulu, pengeboran kurang lebih 10 sumur," ungkap Dodi.

Proyek ini ditargetkan Commercial Operation Date (COD) pada 2023 mendatang. Selain Dieng Unit-2, Geo Dipa secara paralel juga menggarap Patuha Unit-2 dengan kapasitas yang sama.

Untuk menjalankan proyek ini, Geo Dipa telah memperoleh pendanaan mencapai US$ 335 juta dari Asian Development Bank (ADB) untuk membiayai proyek yang total mencapai US$ 400 juta.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×