Reporter: Leni Wandira | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk (GMFI) mencatatkan pertumbuhan kinerja hingga kuartal II 2026.
Anak usaha PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) ini membukukan pendapatan sebesar US$270,29 juta per 30 Juni 2026, naik 51% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar US$178,96 juta.
Pertumbuhan pendapatan tersebut turut mendorong penguatan profitabilitas GMFI. EBITDA perseroan tercatat sebesar US$34,82 juta, meningkat 39,1% secara tahunan. Sementara itu, laba berjalan GMFI mencapai US$10,81 juta.
Direktur Utama GMFI, Andi Fahrurrozi mengatakan, pertumbuhan pendapatan pada kuartal II 2026 terutama ditopang oleh peningkatan aktivitas bisnis perseroan yang diikuti dengan upaya menjaga efisiensi operasional.
Menurut dia, peningkatan pendapatan berasal dari segmen Time Material Basis (TMB), baik dari Garuda Indonesia Group maupun pelanggan non-grup.
Baca Juga: Bea Masuk 0% Berlaku, GMFI Optimistis Bisnis MRO Kian Moncer
"Pertumbuhan pendapatan pada kuartal II didukung oleh peningkatan pendapatan Time Material Basis(TMB) baik dari Garuda Indonesia Group maupun non-Grup, khususnya yang berkaitan dengan reaktivasi pesawat pada segmen airframedan pekerjaan engine milik lessor pada segmen engine," ujar Andi dalam keterangan tertulis, Minggu (20/9/2026).
Di tengah peningkatan aktivitas tersebut, GMFI juga menjaga beban operasional lainnya sehingga laba operasi tetap mampu menutupi beban finansial serta dampak rugi selisih kurs akibat pelemahan nilai tukar rupiah hingga akhir kuartal II 2026.
Dari sisi operasional, GMFI mencatat sejumlah peningkatan aktivitas sepanjang semester I 2026. Perseroan antara lain menyelesaikan reaktivasi dua pesawat Airbus A320 dan satu pesawat ATR milik Citilink.
GMFI juga memperluas aktivitas di pasar internasional melalui penyelesaian overhaul landing gear K-Mile Air dan C-Check pesawat Boeing 747 milik Pecotox Air, serta mendukung penerbangan perdana T'way Air.
Selain itu, GMFI mulai memanfaatkan fasilitas di Pondok Cabe untuk mendukung kegiatan maintenancepesawat tipe ATR. Fasilitas tersebut diharapkan dapat menambah fleksibilitas operasional sekaligus kapasitas layanan perseroan.
Baca Juga: GMFI Bidik Pendapatan US$ 50 Juta dari Bisnis Aviasi Pertahanan pada 2026
Dari sisi pengembangan bisnis, GMFI juga memperoleh sertifikasi AS9100D dari SIRIM QAS International, Malaysia. Sertifikasi tersebut merupakan standar sistem manajemen mutu untuk industri aviasi, antariksa, dan pertahanan serta membuka peluang pengembangan bisnis perseroan di bidang aerostructure.
Tak hanya dari sisi pendapatan, posisi keuangan GMFI juga menunjukkan perbaikan. Hingga 30 Juni 2026, total ekuitas perseroan mencapai US$144,62 juta. Posisi tersebut berbalik dari defisiensi modal sebesar US$248,99 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Andi mengatakan penguatan pendapatan dan ekuitas menjadi modal bagi perseroan untuk melanjutkan pertumbuhan pada kuartal berikutnya.
"Seiring dengan semakin matangnya berbagai rencana ekspansi dan pengembangan bisnis yang tengah dipersiapkan, GMF optimis untuk terus memperkuat kapabilitas dan menjaga efisiensi operasional untuk pertumbuhan yang semakin berkelanjutan," kata Andi.
Baca Juga: Masa Depan Garuda Maintenance Facility (GMFI) Makin Cerah, Ini Penopangnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














