CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.600.000   -25.000   -0,95%
  • USD/IDR 17.627   61,00   0,35%
  • IDX 6.541   -47,96   -0,73%
  • KOMPAS100 858   -8,05   -0,93%
  • LQ45 650   -6,26   -0,95%
  • ISSI 227   -3,10   -1,35%
  • IDX30 361   -3,60   -0,99%
  • IDXHIDIV20 450   -2,93   -0,65%
  • IDX80 98   -0,98   -0,99%
  • IDXV30 125   -0,95   -0,75%
  • IDXQ30 116   -1,19   -1,02%

Bea Masuk 0% Berlaku, GMFI Optimistis Bisnis MRO Kian Moncer


Senin, 27 Juli 2026 / 15:32 WIB
Bea Masuk 0% Berlaku, GMFI Optimistis Bisnis MRO Kian Moncer
ILUSTRASI. Potensi Bisnis Industri MRO Nasional (DOK/Kemenperin)


Reporter: Prayogi Ikhrawinata | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk (GMFI) menyambut positif kebijakan pemerintah yang memberikan tarif Bea Masuk 0% atas impor barang kebutuhan industri Maintenance, Repair, and Overhaul (MRO) melalui PMK Nomor 50 Tahun 2026.

Direktur Utama PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk (GMFI) Andi Fahrurrozi, menilai insentif tersebut dapat meningkatkan efisiensi biaya. Sekaligus memperkuat daya saing industri MRO nasional, di tengah tantangan rantai pasok global dan dinamika geopolitik.

“GMF menyambut baik diterbitkannya PMK Nomor 50 Tahun 2026. Kami memandang kebijakan tarif Bea Masuk 0% sebagai langkah yang dapat meningkatkan efisiensi biaya di tengah tantangan rantai pasok global dan dinamika geopolitik,” ujar Andi kepada KONTAN, Senin (27/7/2026).

Baca Juga: Jababeka (KIJA) Alihkan Saham Anak Usaha Lewat Transaksi Internal

Menurut Andi, biaya perawatan pesawat di dalam negeri akan menjadi lebih kompetitif sehingga menciptakan iklim usaha yang lebih kondusif bagi pertumbuhan industri MRO.

Perseroan menilai kebijakan tersebut menjadi salah satu faktor, yang dapat mendukung prospek pertumbuhan bisnis GMFI ke depan.

Meski demikian, GMFI mengungkapkan dampak langsung terhadap biaya pengadaan perseroan relatif terbatas. Karena selama ini telah memanfaatkan fasilitas Pusat Logistik Berikat (PLB). Fasilitas tersebut memungkinkan bea masuk atas impor suku cadang, komponen, dan material pesawat ditangguhkan hingga proses perawatan selesai.

Saat ini GMF masih melakukan kajian mengenai potensi peningkatan permintaan layanan perawatan pesawat, sebagai dampak implementasi kebijakan tersebut. Di sisi lain, perusahaan berharap pemerintah terus mempercepat digitalisasi, dan integrasi proses kepabeanan agar rantai pasok industri aviasi semakin efisien.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×