kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.709.000   20.000   0,74%
  • USD/IDR 17.818   -194,00   -1,08%
  • IDX 6.008   121,62   2,07%
  • KOMPAS100 794   18,85   2,43%
  • LQ45 597   10,61   1,81%
  • ISSI 206   5,10   2,54%
  • IDX30 339   4,60   1,38%
  • IDXHIDIV20 418   3,54   0,86%
  • IDX80 90   1,96   2,24%
  • IDXV30 113   2,76   2,50%
  • IDXQ30 109   1,12   1,03%

Gojek gandeng 12 bank optimalkan Go-pay


Rabu, 20 September 2017 / 21:18 WIB


Reporter: Maizal Walfajri | Editor: Sanny Cicilia

KONTAN.CO.ID - Teknologi Finansial (financial technology) kian tren di masyarakat. Kini, masyarakat tidak perlu membawa uang tunai kemana pun. Salah satu inovasi yang mengupah transportasi Indonesia adalah Go-pay dari Go-jek.

Melalui fintech ini, masyarakat dapat leluasa melakukan berbagai transkasi yang Go-jek tawarkan tanpa repot-repot menyiapkan uang tunai.

Keberhasilan Go-pay tak lepas dari tiga fokus utamanya yakni likuiditas, keamanan, dan keberlanjutan. "Menurut kami, lebih penting streamline dan penyederhanaan proses pembayaran," ungkap VP of Corporate Strategy Go-jek Jonathan Barki pada Rabu (20/9) dalam seminar Transformasi Industri Perbankan, Jawaban terhadap Revolusi Teknologi Digital.

Jonathan bilang, proses pembayaran Go-pay tidak bisa dapat lakukan sendiri. Chasless society ini tumbuh berkolaborasi dengan para pengemudi Go-jek dan mitranya. Setelah itu Go-jek pun mulai menggandeng lebih dari 12 bank.

Jonathan melanjutkan, ke depannya, Gojek akan terus membangun penyelesaian permasalahan yang lebih menarik dan relevan bagi para pemakai Gojek.

Jonathan mengingatkan, selama ini terdapat tantangan antara pihak Go-jek dalam kerja sama di bidang keuangan dengan pihak bank.

"Kami tidak mengerti karena kita muda semua. Kita background-nya bukan dari perbankan. Pemikiran kami di Go-pay adalah bagaimana membangun bisnisnya, bagaimana membangin produk baru, bagaimana mengedukasi konsumen memakai produk baru," pungkas Jonathan.

Jonathan menyatakan, komunikasi dengan bank harus tetap dijaga karena perbankan memiliki infrasturktur. Sedangkan Gojek memiliki data dan statistik mobile yang tidak dimiliki oleh perbankan, sehingga kolaborasi pun akan dapat bersinergis.


 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Langganan Business Insight Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×