kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.629.000   26.000   1,00%
  • USD/IDR 17.947   -95,00   -0,53%
  • IDX 6.351   31,53   0,50%
  • KOMPAS100 835   3,22   0,39%
  • LQ45 634   -1,22   -0,19%
  • ISSI 220   1,96   0,90%
  • IDX30 356   -1,18   -0,33%
  • IDXHIDIV20 435   -3,83   -0,87%
  • IDX80 95   0,21   0,22%
  • IDXV30 120   -0,51   -0,42%
  • IDXQ30 113   -0,52   -0,45%

HKI Bidik Investasi Manufaktur China Masuk Kawasan Industri Madura


Rabu, 05 Agustus 2026 / 21:12 WIB
HKI Bidik Investasi Manufaktur China Masuk Kawasan Industri Madura
ILUSTRASI. HKI Bidik Investasi Manufaktur China Masuk Kawasan Industri Madura (Dok/Himpunan Kawasan Industri Indonesia (HKI) )


Reporter: Diki Mardiansyah | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Himpunan Kawasan Industri Indonesia (HKI) membidik pengembangan Kawasan Industri Wiraraja Madura sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru melalui kerja sama dengan Guangdong (Fenyong) ASEAN Industrial Park, Tiongkok. Kolaborasi ini diharapkan menarik investasi manufaktur baru sekaligus mempercepat industrialisasi di Jawa Timur.

Ketua Umum HKI yang juga President Director Wiraraja Madura Industrial Estate Akhmad Ma'ruf Maulana mengatakan, pengembangan kawasan industri tersebut merupakan bagian dari upaya membangun pusat pertumbuhan ekonomi baru di Jawa Timur melalui kawasan industri terpadu berskala besar di Kabupaten Bangkalan, Madura.

"Kawasan ini dirancang untuk mendukung pengembangan sektor manufaktur, pergudangan, dan energi ramah lingkungan, sekaligus menjadi magnet investasi baru yang memperkuat posisi Jawa Timur sebagai gerbang ekonomi dan investasi Indonesia bagian timur," ujar Akhmad Ma'ruf dalam keterangan resmi, Rabu (5/8/2026).

Menurut Akhmad, kerja sama antara Wiraraja Madura Industrial Estate dan Guangdong (Fenyong) ASEAN Industrial Park akan membuka peluang lebih besar bagi perusahaan-perusahaan asal Tiongkok untuk berekspansi ke Indonesia, khususnya Jawa Timur dan Madura.

Baca Juga: Himpunan Kawasan Industri (HKI) Optimistis Investasi ke Indonesia Tetap Prospektif

"Kerja sama tersebut diharapkan mampu mendorong transfer teknologi, peningkatan kapasitas industri, penciptaan lapangan kerja, serta pertumbuhan ekonomi kedua negara," katanya.

Ia menambahkan, kawasan yang tengah dikembangkan tersebut juga diproyeksikan menjadi kawasan industri modern yang menopang investasi di sektor manufaktur, logistik, hilirisasi, dan berbagai sektor strategis lainnya.

Kerja sama itu ditandai dengan penandatanganan Strategic Cooperation Framework Agreement antara Wiraraja Madura Industrial Estate dan Guangdong (Fenyong) ASEAN Industrial Park. Selain itu, juga dilakukan penandatanganan nota kesepahaman antara PT Wiraraja Madura International dengan Guangzhou Zhanjiang Industrial Transfer Cooperation Park Management Committee serta perjanjian keanggotaan Guangdong ASEAN Industrial Park International Cooperation Alliance.

Baca Juga: Manufaktur Melambat, Himpunan Kawasan Industri Minta Perizinan KEK Dipercepat

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan pengembangan kawasan industri di Madura sejalan dengan program Two Countries Twin Parks (TCTP) yang tengah didorong pemerintah.

"Indonesia punya program Two Countries Twin Parks (TCTP) yang terus akan kita dorong. Kawasan di Madura ini depannya juga merupakan kawasan heavy industry Indonesia, Petrokimia (Gresik). Jadi nanti dengan adanya Kawasan Industri Bangkalan ini akan menjadi seimbang," ujar Airlangga.

Pemerintah menyebut sejumlah klaster industri dari Tiongkok direncanakan dikembangkan di Kawasan Industri Wiraraja Madura, mulai dari industri cokelat, matras, tekstil, benang hingga berbagai sektor manufaktur padat karya lainnya.

Baca Juga: Bidik Investasi Global, Himpunan Kawasan Industri Indonesia Buka Kantor di China

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×