kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.013   50,00   0,28%
  • IDX 5.745   49,44   0,87%
  • KOMPAS100 744   8,79   1,19%
  • LQ45 565   8,75   1,57%
  • ISSI 199   0,85   0,43%
  • IDX30 321   4,92   1,56%
  • IDXHIDIV20 395   5,89   1,52%
  • IDX80 85   1,16   1,39%
  • IDXV30 107   1,21   1,14%
  • IDXQ30 103   1,26   1,24%

Gudang Garam membangun bandara


Sabtu, 10 Maret 2018 / 16:27 WIB
ILUSTRASI. Warga melintas di depan pabrik rokok PT Gudang Garam Tbk


Reporter: Ramadhani Prihatini | Editor: Yudho Winarto

Baru dua bandara

Sejauh ini, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Panjaitan bilang, memang baru ada dua bandara yakni di Bintan dan Kediri yang pembangunannya dibiayai penuh perusahaan swasta. Ini memperlihatkan peran nyata swasta dalam pembangunan infrastruktur kebandarudaraan di negeri ini.

Cuma sebenarnya, selain Gudang Garam dan Salim Group, ada perusahaan swasta lainnya yang berminat membangun bandara. Pertama, Lion Group yang pada 2015 lalu berniat menggarap pembangunan bandara di Kabupaten Lebak.

Enggak tanggung-tanggung, kelompok usaha milik taipan Rusdi Kirana ini siap menggelontor dana hingga Rp 10 triliun untuk membangun bandara di lahan seluas 4.000 hektare di daerah Banten tersebut.

Tapi, induk maskapai Lion Air, Wings Air, dan Batik Air ini mesti mengubur dalam-dalam keinginan mereka. Kemhub menolak proposal pembangunan bandara di Lebak dari Lion Group.

Soalnya, lokasi bandara yang Lion Group inginkan bersinggungan dengan Bandara Budiarto di Curug, Tangerang, yang selama ini menjadi tempat latihan calon pilot Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia (STPI).

Kedua, PT BIBU Panji Sakti yang berencana membangun bandara di wilayah Kabupaten Buleleng, Bali. Bahkan, mereka sudah menyiapkan namanya yakni Bandara International Bali Utara.

Ada 16 investor dari berbagai negara, seperti Kanada, Amerika Serikat, dan Timur Tengah, yang tergabung dalam Kinessis Capital and Investment yang siap membantu pendanaan BIBU untuk membangun bandara itu. Mereka telah mengajukan proposal permohonan kepada Kemhub awal tahun ini. Tapi, Kemhub menolak dengan pertimbangan letak geografis Buleleng yang tak layak untuk dibangun bandara.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×