kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.690.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.783   -127,00   -0,71%
  • IDX 6.365   -44,28   -0,69%
  • KOMPAS100 835   -9,48   -1,12%
  • LQ45 634   -6,17   -0,96%
  • ISSI 221   -1,24   -0,56%
  • IDX30 356   -3,64   -1,01%
  • IDXHIDIV20 434   -4,17   -0,95%
  • IDX80 95   -1,11   -1,15%
  • IDXV30 120   -0,72   -0,60%
  • IDXQ30 113   -1,42   -1,25%

Rencana Gudang Garam membangun Bandara Kediri menanti rekomendasi pemerintah daerah


Jumat, 09 Maret 2018 / 14:59 WIB
ILUSTRASI. Rokok Surya Profesional Produksi Gudang Garam (GGRM)


Reporter: Ramadhani Prihatini | Editor: Sanny Cicilia

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah tengah mengkaji rencana pembangunan bandar udara (Bandara) Kediri, Jawa Timur yang diprakarsai PT Gudang Garam Tbk.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Agus Santoso menyatakan, perusahaan berkode saham GGRM ini memang telah mengajukan izin prinsip ke pemerintah. Izin ini diajukan sebelum menetapkan lokasi.

"Tapi, kami harus mendapatkan rekomendasi dari pemerintah daerah," kata Agus, Jumat (9/3).

Gudang Garam sudah menyelesaikan hasil feasibility study (FS). Kementerian Perhubungan bilang, masih masih menunggu rekomendasi dari pemerintah daerah Kediri.

Dia bilang, saat ini Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) tengah disusun Pemda Kediri.

"Karena RTRW akan ditentukan tempat lokasi untuk diteruskan ke pembangunan bandar udara," jelas dia.

Bandara Kediri sesuai dengan rekomendasi yang telah dikeluarkan Pemda setempat akan menjadi bandara umum. Hal ini untuk menjangkau infrastruktur dari Kediri ke Trenggalek.

"Celah yang memanjang dari selatan itu Trenggalek, Kediri, terus ke utara. Jarak dari Surabaya - Solo itu kan tengah-tengahnya, ada celah yang belum terjangkau," ujar Agus.

Rencananya, pembangunan bandara ini akan dilakukan di lahan seluas 450 hektare. Agus mengaku pemerintah belum menghitung estimasi nilai investasi Bandara Kediri. Tapi ia bilang sebagai pembanding, pembangunan bandara Kulon Progo pada luas 500 hektare menelan Rp 7,5 triliun - Rp 8 triliun.

Setelah semua perizinan selesai, pembangunan Bandara Kediri diperkirakan membutuhkan waktu dua tahun. Tapi operasionalisasi bandara ini akan menunggu hibah GGRM kepada Badan Usaha Bandar Udara.

"Kalau sudah jadi Badan Usaha Bandar Udara, baru bisa operasi," pungkas Agus.


 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×