kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.574.000   -20.000   -0,77%
  • USD/IDR 17.909   -32,00   -0,18%
  • IDX 5.926   -10,17   -0,17%
  • KOMPAS100 765   -0,18   -0,02%
  • LQ45 589   -1,71   -0,29%
  • ISSI 206   -0,73   -0,35%
  • IDX30 328   -1,45   -0,44%
  • IDXHIDIV20 422   -0,98   -0,23%
  • IDX80 87   -0,08   -0,10%
  • IDXV30 116   -0,04   -0,04%
  • IDXQ30 108   -0,46   -0,42%

Hadapi Aturan Deforestasi Uni Eropa, Indonesia Perkuat Sistem Data Sawit


Selasa, 13 Oktober 2026 / 22:00 WIB
Hadapi Aturan Deforestasi Uni Eropa, Indonesia Perkuat Sistem Data Sawit
ILUSTRASI. Perkebunan sawit (Dok/BWPT)


Reporter: Yudho Winarto | Editor: Yudho Winarto

​KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah Indonesia memperkuat tata kelola industri kelapa sawit berkelanjutan melalui pengembangan Sistem Informasi Indonesian Sustainable Palm Oil (SI-ISPO).

Sistem digital ini disiapkan untuk memperkuat ketertelusuran rantai pasok sekaligus mendukung kesiapan industri sawit nasional menghadapi persyaratan pasar global, termasuk Regulasi Deforestasi Uni Eropa atau European Union Deforestation Regulation (EUDR).

Pengembangan SI-ISPO menjadi salah satu agenda yang dibahas dalam pertemuan di Kedutaan Besar Republik Indonesia di Berlin, Jerman.

Baca Juga: Pertamina &Transjakarta Kembangkan Bus Hidrogen, Targetkan 2 Bus FCEV Beroperasi 2028

Pertemuan tersebut merupakan tindak lanjut dari rangkaian pembahasan dalam agenda Forest, Agriculture and Commodity Trade (FACT) dan Amsterdam Declaration Partnership (ADP), yang melibatkan delegasi Indonesia dan otoritas terkait.

Plt. Deputi Bidang Koordinasi Industri, Ketenagakerjaan, dan Pariwisata Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Dida Gardera mengatakan, penguatan tata kelola sawit menjadi langkah penting untuk menjaga daya saing komoditas tersebut di pasar internasional.

Menurut Dida, sistem sertifikasi Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) terus dikembangkan sejak penerapan sertifikasi wajib bagi perusahaan kelapa sawit pada 2011.

Penyempurnaan sistem tersebut juga dilakukan untuk meningkatkan kredibilitas industri sekaligus memperkuat kepatuhan terhadap standar keberlanjutan.

Salah satu upaya penguatan itu dilakukan melalui Peraturan Presiden Nomor 16 Tahun 2025. Regulasi tersebut memperluas cakupan sertifikasi ISPO dari sektor perkebunan ke industri hilir dan usaha bioenergi berbasis kelapa sawit.

Baca Juga: Pertamina Gandeng PAL Jaya Jajaki Limbah Minyak untuk Bahan Baku Biofuel

Selain itu, pemerintah memperkuat dukungan pembiayaan dan teknis bagi pekebun serta meningkatkan ketertelusuran rantai pasok untuk memastikan produk berasal dari lahan yang dikelola secara legal.

Pemerintah juga menyiapkan dukungan bagi pekebun agar dapat memenuhi standar keberlanjutan dan tetap terlibat dalam rantai pasok industri sawit.

Dukungan tersebut mencakup pembiayaan sertifikasi, pendampingan, pelatihan Sistem Kendali Internal (Internal Control System/ICS), serta pengawasan dalam siklus sertifikasi lima tahunan.

“Dukungan ini bertujuan membantu pekebun memenuhi standar keberlanjutan sekaligus mempertahankan keterlibatan mereka dalam rantai pasok,” ujar Dida dalam keterangannya Selasa (13/10/2026).

Selain penguatan sertifikasi, pemerintah mengembangkan SI-ISPO sebagai platform digital terpusat untuk mengintegrasikan berbagai data penting secara waktu nyata atau real-time.

Baca Juga: Investasi AI Terancam Tak Optimal, Perusahaan Perlu Benahi Tata Kelola Data

Pengembangan sistem ini mengacu pada Peraturan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Nomor 14 Tahun 2025.

Dida mengatakan, penguatan sistem informasi tersebut penting mengingat minyak kelapa sawit mentah atau crude palm oil (CPO) berperan dalam menghasilkan devisa negara.

Integrasi data diharapkan dapat memperkuat transparansi, menyediakan landasan hukum yang jelas, serta menghadirkan bukti kepatuhan yang dapat diverifikasi secara digital.

“Indonesia berkomitmen penuh untuk memasok produk kelapa sawit yang layak secara ekonomi, bertanggung jawab terhadap lingkungan, serta memiliki transparansi digital yang dapat diverifikasi,” kata Dida.

Dalam agenda tersebut, PT SUCOFINDO (Persero) turut menyatakan dukungannya terhadap penguatan ekosistem sawit berkelanjutan melalui pemanfaatan data, ketertelusuran, verifikasi, dan assurance.

Direktur Utama SUCOFINDO Sandry Pasambuna mengatakan, SI-ISPO dapat memperkuat ketertelusuran digital dengan menghubungkan data dan bukti dari proses sertifikasi dengan kebutuhan rantai pasok.

Baca Juga: Harga Minyak Mentah RI Naik, Ini Strategi Pertamina Jaga Stok dan Harga BBM

Ketersediaan data terintegrasi yang dapat ditelusuri dinilai bisa membantu pelaku usaha menunjukkan kredibilitas rantai pasoknya kepada pasar internasional.

SUCOFINDO, lanjut Sandry, memiliki kapabilitas untuk menyediakan layanan verifikasi dan assurance terhadap data maupun bukti yang menjadi bagian dari ekosistem keberlanjutan dan ketertelusuran.

“SUCOFINDO ke depannya akan terus hadir memberikan assurance di berbagai titik aktivitas rantai pasok, khususnya pada komoditas kelapa sawit, sebagai independent assurance partner sesuai dengan perannya di bidang Testing, Inspection, Certification (TIC),” ujar Sandry.

Ia menambahkan, layanan tersebut dapat membantu memastikan keandalan informasi dan bukti dalam rantai pasok sehingga dapat dipertanggungjawabkan.

SUCOFINDO berharap kontribusinya dapat memberikan nilai tambah bagi pelaku usaha sekaligus meningkatkan daya saing komoditas nasional dalam memenuhi kebutuhan pasar internasional.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN10.10
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×