Penulis: Chelsea Anastasia, Chelsea Anastasia | Editor: Avanty Nurdiana
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Pertamina dan Perusahaan Umum Daerah Pengelolaan Air Limbah Jaya (PAL Jaya) menjajaki potensi pemanfaatan Fat, Oil, and Grease (FOG) sebagai bahan baku biofuel, termasuk untuk pengembangan Sustainable Aviation Fuel (SAF).
Penjajakan ini ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) oleh Wakil Direktur Utama Pertamina Oki Muraza dan Direktur Utama PAL Jaya Untung Suryadi di Jakarta, Senin (12/10/2026).
Wakil Direktur Utama Pertamina Oki Muraza menjelaskan, bagi Pertamina, penjajakan ini merupakan bagian dari upaya pengembangan bisnis low-carbon melalui optimalisasi potensi sumber daya alternatif.
Baca Juga: Wajib Halal 18 Oktober 2026, UMKM Dibayangi Kenaikan Biaya Produksi
Pendekatan Waste-to-Energy (WtE) disebut membuka peluang untuk mengidentifikasi pemanfaatan limbah yang memiliki nilai tambah, sekaligus mendukung pengembangan energi rendah karbon.
“Penandatanganan nota kesepahaman ini merupakan bagian dari inisiatif Pertamina menuju transisi energi bersih, sekaligus mendukung upaya pencapaian target emisi rendah karbon secara berkelanjutan,” ujar Oki dalam keterangan resmi yang disiarkan Selasa (13/10/2026).
Melalui kerja sama ini, ia menyebut Pertamina dan PAL Jaya akan mengkaji lebih lanjut potensi pemanfaatan FOG sebagai bahan baku biofuel. Hasil penjajakan diharapkan dapat menjadi dasar untuk mengidentifikasi peluang pengembangan kerja sama lebih lanjut.
Pendekatan ini pun dinilai sejalan dengan prinsip ekonomi sirkular, yakni memandang limbah bukan sebagai akhir dari sebuah proses, melainkan sebagai sumber daya yang masih dapat dimanfaatkan.
"Dengan menjajaki FOG sebagai bahan baku alternatif, kami berupaya melihat bagaimana limbah yang selama ini perlu dikelola dapat diarahkan menjadi sesuatu yang bernilai bagi sektor energi," tandasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














