kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

Hadapi penurunan pengunjung, begini strategi Indonesian Paradise Property (INPP)


Senin, 16 Maret 2020 / 20:48 WIB
Hadapi penurunan pengunjung, begini strategi Indonesian Paradise Property (INPP)
ILUSTRASI. Bali Kuta Beachwalk atau Beachwalk Bali yang dikembangkan Indonesian Paradise Property Tbk INPP

Reporter: Amalia Fitri | Editor: Handoyo .

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Indonesian Paradise Property Tbk (INPP) mengklaim mengalami penurunan tingkat hunian atau pengunjung hotel untuk turis sebesar 30% dalam dua bulan terakhir akibat virus korona (COVID-19).

Berdasarkan catatan tersebut, Diana Solaiman, Chief Financial Officer (CFO) INPP menyatakan masih memaksimalkan daily worker dan meminimalkan alokasi pengambilan cuti.

Baca Juga: Biarpun Pasar Lesu, Pebisnis Properti Tetap Menggulirkan Agenda Ekspansi

"Apabila keadaan ini terus berlangsung maka potensi untuk merumahkan sebagian pegawai, bisa saja terjadi dan tidak bisa dihindari. Namun itu merupakan pilihan terakhir dari Perseroan yang akan kami ambil apabila memang tidak ada alternatif lainnya," jelasnya kepada Kontan, Senin (16/3).

Sementara itu, Ketua Umum Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), Hariyadi Sukamdani telah menjabarkan jika sektor industri hotel di Jakarta melesu 30% sedangkan di Bali okupansi hanya terjadi sebesar 20%.

Kondisi tersebut membuat pihak hotel memilih melakukan efisiensi, salah satunya adalah pengurangan biaya pegawai atau melalui mekanisme PHK hingga 50%. Hariyadi berkata, saat ini daily worker tidak dipakai lagi. Sementara karyawan kontrak dan permanen, masuk bergiliran atau shift, seperti di Bali.

Baca Juga: Perintis Triniti Properti (TRIN) sebut virus corona berdampak pada bisnis properti

"Karena perusahaan jaga cash flow. Kalau masuk semua kan 100%, sekarang perusahaan coba jaga di angka menurunkan 50% biaya tenaga kerja," ungkap Hariyadi pada konferensi pers Jumat (13/3) lalu di Jakarta Selatan.

Sedangkan INPP memilih untuk menutup ruangan atau kamar yang tidak terpakai sebagai strategi efisiensi. "Kami juga melakukan penyederhanaan atas F&B, set-up buffet yang digantikan dengan makanan sesuai pesanan dan pengembangan bisnis sampai keadaan membaik," kata Diana.





Close [X]
×