kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.675.000   10.000   0,38%
  • USD/IDR 16.910   28,00   0,17%
  • IDX 9.075   42,82   0,47%
  • KOMPAS100 1.256   8,05   0,64%
  • LQ45 889   7,35   0,83%
  • ISSI 330   0,23   0,07%
  • IDX30 452   3,62   0,81%
  • IDXHIDIV20 533   4,12   0,78%
  • IDX80 140   0,85   0,61%
  • IDXV30 147   0,15   0,10%
  • IDXQ30 145   1,19   0,83%

Haloni Jane (HALO) Kejar Target Pertumbuhan Laba Bersih 50% pada 2026


Kamis, 15 Januari 2026 / 15:59 WIB
Haloni Jane (HALO) Kejar Target Pertumbuhan Laba Bersih 50% pada 2026
ILUSTRASI. PT Haloni Jane (HALO) - sarung tangan karet (Dok/HALO)


Reporter: Ridwan Nanda Mulyana | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Haloni Jane Tbk (HALO) mengejar target pertumbuhan dobel digit pada tahun ini. Manajemen HALO optimistis bisa mencetak kinerja solid dengan mendongkrak penjualan sekitar 20% hingga 35% dibandingkan tahun lalu.

Direktur Keuangan Haloni Jane, Taufan Kurniawan mengungkapkan HALO membidik pertumbuhan laba bersih dengan lebih agresif, naik antara 30% hingga 50% dibandingkan realisasi tahun 2025. Menurut Taufan, target pertumbuhan laba yang melampaui kenaikan pendapatan mencerminkan efektivitas strategi HALO, termasuk dalam memperluas penetrasi pasar ekspor.

HALO juga menjalankan inisiatif efisiensi biaya secara berkelanjutan, khususnya pada cost of production melalui optimalisasi proses produksi, peningkatan efisiensi bahan baku, serta pengendalian biaya energi dan tenaga kerja. "Strategi ini diharapkan berdampak langsung pada peningkatan margin profitabilitas dan daya saing operasional Perseroan," kata Taufan kepada Kontan, Kamis (15/1/2026).

Baca Juga: Saham Emiten Rokok Diproyeksi Bangkit Tahun Ini, Apa Penyulutnya?

Secara bisnis, Taufan memproyeksikan penjualan HALO akan tumbuh dobel digit di pasar dalam negeri maupun pasar ekspor. Dia memperkirakan penjualan di pasar lokal akan tumbuh sekitar 15% - 20%. 

Sedangkan ekspor diproyeksikan tumbuh 20% - 35% dengan tetap mempertahankan penetrasi pasar, terutama pada pasar Amerika Latin. "Dengan mengandalkan pasar lokal sebagai fondasi arus kas dan pasar internasional sebagai mesin profitabilitas, HALO berada dalam posisi strategis untuk meningkatkan margin laba bersih secara signifikan pada tahun ini," terang Taufan.

Sebagai informasi, HALO merupakan produsen sarung tangan medis, bedah, dan industri yang terbuat dari bahan lateks dan nitril. Hingga kuartal III-2025, penjualan HALO meningkat 32,93% secara tahunan atau year on year (yoy) dari Rp 118,85 miliar menjadi Rp 157,99 miliar.

Sedangkan laba periode berjalan HALO tumbuh 41,21% (yoy) dari Rp 5,58 miliar menjadi Rp 7,88 miliar hingga September 2025. Menilik area bisnis dan pemasaran HALO, penjualan ke pasar lokal masih mendominasi dengan kontribusi Rp 95,45 miliar atau setara 60,41% dari total penjualan. 

Penjualan ke pasar lokal tumbuh secara moderat dengan kenaikan 2,14% yoy. Lonjakan terjadi di pasar ekspor. Dalam periode sembilan bulan 2025, penjualan ekspor HALO meroket 146,27% (yoy) dari Rp 25,39 miliar menjadi Rp 62,53 miliar.

"Pada tahun 2025 porsi penjualan Perseroan adalah sekitar 60% dalam negeri dan 40% ekspor. Perseroan melakukan ekspansi ke kawasan negara di luar pasar Amerika Serikat seperti negara-negara Amerika Latin, Uni Emirat Arab, dan Korea Selatan," terang Taufan.

Pada tahun ini, HALO akan melanjutkan ekspansi ke negara-negara selain Amerika Serikat, termasuk dengan melakukan penetrasi ke pasar Afrika. Strategi ekspansi pasar ini akan dibarengi penguatan dari sisi operasional dengan melakukan modifikasi mesin produksi untuk menambah kapasitas produksi.

Baca Juga: Rupiah Pada Kamis (15/1) Ditutup Melemah Sepanjang Masa, Cek Mata Uang Asia Lainnya

"Modifikasi ini telah berlangsung dan akan terus dilakukan pada tahun 2026. Hal ini  menjadi komitmen Perseroan untuk terus melakukan modernisasi demi meningkatkan efisiensi," tambah Taufan. 

Guna menopang strategi tersebut, pada tahun ini HALO menyiapkan belanja modal atau capital expenditure (capex) sekitar Rp 5 miliar - Rp 7 miliar. Capex akan dialokasikan untuk modernisasi mesin produksi guna meningkatkan efisiensi biaya, serta peningkatan kapasitas produksi untuk memenuhi lonjakan permintaan pasar ekspor.

"Fokus utama penggunaan capex ini adalah menciptakan skala ekonomi yang lebih efisien sehingga perusahaan dapat menjaga pertumbuhan laba bersih yang lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan pendapatan," tandas Taufan.

Selanjutnya: Apakah Membuat Surat Kehilangan Polisi Perlu Bayar atau Gratis? Cek Penjelasannya

Menarik Dibaca: Promo Hypermart Dua Mingguan 15-28 Januari 2026, Kimchi-Telur Organik Diskon 10%

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Foreign Exchange & Hedging Strategies Investing From Zero

[X]
×