kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.750.000   10.000   0,36%
  • USD/IDR 17.723   15,00   0,08%
  • IDX 6.481   -45,04   -0,69%
  • KOMPAS100 844   -4,93   -0,58%
  • LQ45 639   -5,95   -0,92%
  • ISSI 228   -0,48   -0,21%
  • IDX30 357   -3,29   -0,91%
  • IDXHIDIV20 433   -3,49   -0,80%
  • IDX80 96   -0,69   -0,71%
  • IDXV30 120   -0,56   -0,46%
  • IDXQ30 113   -1,04   -0,92%

Harga air minum kemasan bisa naik 50% saat Lebaran


Selasa, 31 Juli 2012 / 20:54 WIB
ILUSTRASI. A youth takes photos at Merlion Park, amid the coronavirus disease (COVID-19) outbreak, in Singapore July 14, 2020. REUTERS/Edgar Su


Reporter: Melati Amaya Dori

JAKARTA. Asosiasi Perusahaan Air Minum Dalam Kemasan Indonesia (Aspadin) memprediksi kenaikan harga air minum dalam kemasan (AMDK) bisa mencapai 50% pada Lebaran tahun ini.

Hal ini disebabkan karena terjadi kendala dalam hal pendistribusian akibat diberlakukannya Peraturan Dirjenhubdar no. SK.2381/A1.201/DRJD/2012 yang menyebutkan bahwa angkutan barang di Lampung, Jawa, dan Bali beroperasi mulai H-4 hingga H+1 dilarang, termasuk di antaranya adalah AMDK.

"Kenaikan harga tersebut bukan dilakukan oleh produsen, melainkan para pengecer yang mengaku kesulitan mendapat pasokan," ujar Hendro Baroeno, Ketua Aspadin kepada wartawan hari ini (31/7).

Untuk mengantisipasi hal tersebut, maka asosiasi mengusahakan agar larangan H-4 hingga H+1 dari Dirjenhubdar tersebut dapat berubah menjadi H-2 saja. Terutama di jalur-jalur padat permintaan saat Lebaran seperti di Jawa Timur, jalur Pandaan, Madiun, hingga ke Surabaya.

Provinsi Jawa Tengah di jalur Klaten, Solo, Wonosobo, hingga Semarang. Sedangkan di Jawa Barat termasuk jalur Cianjur, Sukabumi, Subang, dan Bogor.

Saat Lebaran, terjadi pergeseran permintaan AMDK. Yakni, dari sekitar 20,5 juta liter angka konsumsi nasional atau sekitar 39%-nya terpusat di Jabodetabekser. Nah, saat Lebaran maka 19%-nya akan bergeser ke luar Jabodetabekser.

Tahun ini, permintaan AMDK bisa mencapai 19 miliar liter, lebih besar I miliar liter dari permintaan tahun sebelumnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×