kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.740.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.708   -71,00   -0,40%
  • IDX 6.526   24,10   0,37%
  • KOMPAS100 849   6,96   0,83%
  • LQ45 645   5,86   0,92%
  • ISSI 228   -0,31   -0,14%
  • IDX30 360   3,72   1,04%
  • IDXHIDIV20 437   4,19   0,97%
  • IDX80 97   0,82   0,85%
  • IDXV30 121   0,51   0,43%
  • IDXQ30 114   1,21   1,07%

Intip Strategi Dharma Polimetal (DRMA) Genjot Bisnis BESS


Senin, 24 Agustus 2026 / 05:48 WIB
Intip Strategi Dharma Polimetal (DRMA) Genjot Bisnis BESS
ILUSTRASI. Dharma Polimetal (DRMA) siapkan strategi untuk mengembangkan bisnis sistem penyimpanan energi berbasis baterai  (BESS). (KONTAN/Carolus Agus Waluyo)


Reporter: Ridwan Nanda Mulyana | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Dharma Polimetal Tbk (DRMA) terus menyiapkan strategi untuk mengembangkan bisnis sistem penyimpanan energi berbasis baterai atau Battery Energy Storage System (BESS).

DRMA tak hanya menyasar pasar BESS untuk ekosistem kendaraan listrik alias Electric Vehicle (EV), tetapi juga melirik peluang dari ambisi pemerintah memacu proyek Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS).

Presiden Direktur Dharma Polimetal Irianto Santoso mengatakan, DRMA terus mengembangkan portofolio BESS dengan menyesuaikan produk dan kapasitas terhadap kebutuhan pasar. Terbaru, DRMA telah memperkenalkan produk All-in-One BESS dalam rangkaian pameran otomotif, Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026 pada awal bulan ini.

Baca Juga: 110 Proyek Panas Bumi Berkapasitas 5,1 GW Mayoritas Dikembangkan Swasta

DRMA merancang All-in-One BESS untuk memenuhi kebutuhan penyimpanan energi, baik bagi segmen residensial maupun perkantoran. DRMA juga menyediakan solusi BESS yang stackable, sehingga kapasitasnya dapat ditingkatkan secara modular dan mudah disesuaikan dengan kebutuhan konsumen.

"Kami juga mengenalkan BESS dalam bentuk buffer charging untuk kendaraan EV yang bisa dibawa kemana saja ke lokasi yang tidak memiliki akses charging station," kata Irianto kepada Kontan.co.id, Minggu (23/8/2026).

DRMA memproduksi BESS di pabrik PT Dharma Controlcable Indonesia yang berlokasi di Cikarang. Saat ini, DRMA masih menjalankan produksi secara bertahap dengan menyesuaikan volume produksi terhadap kebutuhan dan perkembangan pasar.

"Seiring dengan meningkatnya permintaan, kami akan terus mengevaluasi kapasitas produksi agar dapat mendukung ekspansi bisnis BESS secara optimal. Untuk kapasitas produksi tahunan, saat ini kami belum menetapkan angka final karena masih menyesuaikan dengan perkembangan permintaan pasar," imbuh Irianto.

Saat ini, bisnis BESS masih berada pada tahap awal komersialisasi, sehingga kontribusinya terhadap kinerja DRMA masih belum signifikan. Irianto menegaskan, fokus DRMA sekarang adalah membangun awareness pasar, memperkenalkan keunggulan produk, sekaligus melihat respons dan kebutuhan konsumen secara lebih luas.

Baca Juga: Perusahaan Batubara Masih Berat Merealisasikan Diversifikasi Usaha, Ini Penyebabnya

DRMA memandang prospek bisnis ke depan cukup apik, seiring meningkatnya kebutuhan terhadap energi bersih dan andal, dengan peran BESS yang semakin strategis sebagai solusi penyimpanan energi. Selain untuk kebutuhan pasar domestik, DRMA juga melihat peluang pengembangan BESS untuk pasar ekspor, salah satunya ke Amerika Serikat.

"Saat ini, kami terus mengembangkan produk dengan kapasitas dan spesifikasi yang disesuaikan dengan standar serta kebutuhan pasar ekspor. Hal ini menjadi bagian dari upaya kami untuk memerluas pasar sekaligus meningkatkan daya saing produk BESS yang kami kembangkan," terang Irianto.

Peluang BESS dari Proyek PLTS

Di dalam negeri, peluang pengembangan bisnis BESS akan datang dari ambisi pemerintah meningkatkan kapasitas PLTS hingga mencapai 100 Gigawatt (GW). Pemerintah dan PT PLN (Persero) bakal turut mengandalkan BESS untuk mencapai target tersebut.

Kebutuhan terhadap BESS juga sudah tercantum dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PLN 2025 - 2034. Penambahan BESS ditargetkan mencapai 6 GW atau mencapai 27 Gigawatt hour (GWh). 

Dengan adanya proyek PLTS 100 GW, kebutuhan BESS diproyeksikan melonjak signifikan. Dalam program quick wins Kementerian ESDM dan PLN, kebutuhan BESS ditaksir mencapai 82,5 GWh yang akan dikombinasikan dengan PLTS kapasitas 27,4 Gigawatt peak (GWp).

DRMA turut melirik peluang ekspansi bisnis BESS dari proyek PLTS. Emiten komponen otomotif yang terafiliasi dengan konglomerasi Triputra Group ini melihat target pemerintah untuk meningkatkan kapasitas PLTS hingga 100 GW sebagai peluang yang sangat positif bagi pengembangan ekosistem energi bersih di Indonesia. 

Baca Juga: Industri Manufaktur Mulai Adopsi AI, Investasi Bisa Tembus Miliaran Rupiah

Menurut Irianto, pertumbuhan PLTS dan kebutuhan energy storage sebagai dua hal yang saling melengkapi, sekaligus membuka peluang untuk terus mengembangkan bisnis BESS sebagai bagian dari ekosistem energi bersih. "Bagi DRMA, kondisi ini menjadi peluang untuk berpartisipasi dalam mendorong transisi energi bersih melalui pengembangan solusi BESS. Kami tentu menyambut positif arah kebijakan pemerintah tersebut," kata Irianto.

Dia menambahkan, pada prinsipnya fungsi BESS tidak terbatas pada ekosistem kendaraan listrik. Tetapi juga dapat menjadi solusi penyimpanan energi untuk berbagai kebutuhan, termasuk mengoptimalkan pemanfaatan energi yang dihasilkan dari PLTS.

Tidak hanya mendukung pemanfaatan energi surya pada siang hari, BESS memungkinkan energi yang tersimpan digunakan pada malam hari atau saat kebutuhan energi meningkat.

"Kami melihat prospek BESS untuk mendukung pemanfaatan energi surya sangat besar. Bagi kami, hal ini membuka peluang yang lebih luas bagi BESS untuk mendukung kebutuhan rumah tangga, perkantoran, maupun industri," kata Irianto.

 

DRMA sendiri telah memanfaatkan sistem BESS yang terintegrasi dengan panel surya untuk mendukung kebutuhan listrik di fasilitas pabrik serta charging station EV di lingkungan kerja Perusahaan.

"Pemanfaatan ini merupakan bagian dari upaya Perseroan dalam meningkatkan efisiensi energi sekaligus memperkuat implementasi prinsip keberlanjutan dan ESG," tandas Irianto.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×