kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.769.000   -50.000   -1,77%
  • USD/IDR 17.586   33,00   0,19%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Harga avtur Pertamina mahal akibat subsidi silang


Senin, 14 September 2015 / 11:06 WIB


Reporter: Febrina Ratna Iskana | Editor: Havid Vebri

JAKARTA. Menteri Perhubungan Ignasius Jonan memprotes harga avtur dari Pertamina yang lebih mahal 20% dibandingkan dengan membeli avtur di bandara-bandara negara lain.

Mendapat protes itu, Pertamina mengklaim, pihaknya juga sering merugi karena menjual avtur di bandara yang sepi tetapi tetap harus menyediakan avtur. Saat ini harga avtur Pertamina per September US$ 50-US$ 73 per liter.

Direktur Pemasaran Pertamina Ahmad Bambang menyatakan, harga jual avtur Pertamina menjadi mahal karena Pertamina harus melakukan subsidi silang untuk bandara-bandara kecil.

Pertamina mengalami kerugian menjual avtur di lokasi bandara-bandara yang sepi penerbangan, seperti bandara kecil Luwuk, Mamuju, Silangit, Labuhan Bajo, dan Berau. "Kami ini harus melayani avtur di seluruh Indonesia, termasuk di daerah-daerah itu," ujar dia kepada KONTAN, Minggu (13/9).

Ahmad juga menyatakan, selain harus memberikan subsidi silang, beragam pungutan resmi kerjasama dan pajak juga menambah harga avtur Pertamina sehingga terkesan lebih mahal dari negara lain. Tapi, "Harga avtur yang kami jual, masih lebih murah dari negara ASEAN," ungkap dia.

Pada 2006, penjualan avtur Pertamina mencapai 2,4 juta kiloliter (kl), pada 2007 naik menjadi 2,5 juta kl, lalu pada 2008 meningkat menjadi 2,6 juta kl, di 2009 menjadi 2,8 juta kl, kemudian di 2010 menjadi 3,2 juta kl. Pada 2011 menjadi 3,3 juta kl, lalu pada 2012 naik menjadi 3,4 juta kl, pada 2013 menjadi 4,2 juta kl, dan tahun lalu sebesar 4,3 juta kl.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Berita Terkait



TERBARU

[X]
×