kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.515.000   27.000   1,09%
  • USD/IDR 16.760   20,00   0,12%
  • IDX 8.859   111,06   1,27%
  • KOMPAS100 1.218   13,00   1,08%
  • LQ45 860   7,77   0,91%
  • ISSI 321   6,07   1,93%
  • IDX30 442   3,55   0,81%
  • IDXHIDIV20 516   4,55   0,89%
  • IDX80 135   1,55   1,16%
  • IDXV30 142   1,46   1,04%
  • IDXQ30 142   1,34   0,96%

Harga batubara acuan pada April 2018 turun 6,9%


Selasa, 03 April 2018 / 16:53 WIB
Harga batubara acuan pada April 2018 turun 6,9%
ILUSTRASI.


Reporter: Pratama Guitarra | Editor: Dupla Kartini

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menetapkan harga batubara acuan (HBA) April 2018 sebesar US$ 94,75 per ton. Patokan harga itu turun 6,9% dibandingkan HBA pada Maret yang sebesar US$ 101,89 per ton. Dikhawatirkan harga terus melemah hingga pertengahan tahun ini.

Kepala Biro Komunikasi Layanan Informasi Publik dan Kerja Sama Kementerian ESDM, Agung Pribadi mengatakan, HBA pada April ini turun dibandingkan bulan-bulan sebelumnya.

"HBA April kami tetapkan US$ 94,75 per ton," katanya kepada KONTAN, Selasa (3/4).

Asal tahu saja, HBA ditetapkan Kementerian ESDM berdasarkan index pasar internasional. Ada empat index yang dipakai yakni Indonesia Coal Index (ICI), New Castle Global Coal (GC), New Castle Export Index (NEX), dan Platts59.

Adapun bobot masing-masing index sebesar 25% dalam formula HBA. Agung menerangkan, penyebab terkoreksinya harga lantaran permintaan Tiongkok menurun. Hal ini seiring dengan berlalunya musim dingin.

"Selain itu Tiongkok juga meningkatkan produksi batubara dalam negeri," ujarnya.

Berdasarkan catatan KONTAN, HBA sejak awal 2018 berada di kisaran US$ 100 per ton. Hal itu dipengaruhi oleh tingginya permintaan Tiongkok akan batubara. Harga batubara terus membaik dalam dua tahun terakhir.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Mitigasi, Tips, dan Kertas Kerja SPT Tahunan PPh Coretax Orang Pribadi dan Badan Supply Chain Management on Practical Inventory Management (SCMPIM)

[X]
×