kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.595.000   15.000   0,58%
  • USD/IDR 17.912   -76,00   -0,42%
  • IDX 6.071   -50,56   -0,83%
  • KOMPAS100 785   -8,35   -1,05%
  • LQ45 601   -6,98   -1,15%
  • ISSI 211   -1,12   -0,53%
  • IDX30 333   -4,43   -1,31%
  • IDXHIDIV20 424   -2,18   -0,51%
  • IDX80 90   -0,99   -1,09%
  • IDXV30 115   -0,39   -0,33%
  • IDXQ30 109   -0,96   -0,88%

Harga batubara acuan batal jadi penentu tarif listrik?


Senin, 12 Februari 2018 / 17:22 WIB
ILUSTRASI. Menteri ESDM Ignasius Jonan


Reporter: Pratama Guitarra | Editor: Rizki Caturini

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan membantah bahwa Harga Batubara Acuan (HBA) masuk kedalam penentu komponen listrik untuk tarif adjustment.

Hal itu dikatakan Menteri Jonan dalam sesi tanya jawab bersama wartawan saat paparan deregulasi aturan. “Formula baru (HBA) tidak ada,” terangnya saat konfrensi pers, di Kantor Kementerian ESDM, Senin (12/2). 

Padahal sebelumnya, dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama dengan Komisi VII DPR, Menteri Jonan mengatakan tengah mencoba reformulasi untuk HBA sebagai penentu tarif listrik. Pasalnya saat ini, penggunaan pembangkit listrik melalui bahan baku batubara atau PLTU mendominasi hingga 60%.

Saat ini salah satu unsur terbesar komponen perhitungan tarif listrik di samping kurs mata uang adalah Indonesia Crude Price (ICP). Penggunaan pembangkit listrik bertenaga diesel (PLTD) yang besar di masa lalu membuat ICP dijadikan komponen perhitungan.

Namun Menteri Jonan saat itu mengatakan, sekarang penggunaan BBM makin lama makin kecil yang hanya dikisaran 4%-5%.

Sementara itu Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, Andy Noorsaman Sommeng bilang, rencana itu masih dalam kajian apakah jadi diterapkan atau tidak.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×