kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.690.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.790   -120,00   -0,67%
  • IDX 6.418   8,06   0,13%
  • KOMPAS100 844   -1,06   -0,13%
  • LQ45 639   -0,94   -0,15%
  • ISSI 223   0,59   0,26%
  • IDX30 359   -0,60   -0,17%
  • IDXHIDIV20 437   -0,98   -0,22%
  • IDX80 96   -0,13   -0,14%
  • IDXV30 120   -0,10   -0,08%
  • IDXQ30 114   -0,48   -0,42%

Harga Batubara Turun di Periode Pertama Agustus, APBI Soroti Hal ini


Senin, 10 Agustus 2026 / 13:27 WIB
Harga Batubara Turun di Periode Pertama Agustus, APBI Soroti Hal ini
ILUSTRASI. Harga Batubara Acuan (HBA) periode pertama Agustus 2026 sebesar 5,62% menjadi US$ 124,44 per ton       (Dok/AADI)


Reporter: Arif Ferdianto | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Asosiasi Pertambangan Batubara Indonesia (APBI) mengatakan, penurunan Harga Batubara Acuan (HBA) periode pertama Agustus 2026 sebesar 5,62% menjadi US$ 124,44 per ton bukan menandakan adanya pelemahan baru di pasar global. 

Koreksi harga tersebut dinilai lebih mencerminkan kondisi riil transaksi perdagangan komoditas pada periode sebelumnya karena sifat indikator penetapan harga yang terhitung lambat.

Direktur Eksekutif APBI, Gita Mahyarani menjelaskan, pergerakan HBA merupakan dampak lanjutan dari koreksi harga pasar dunia yang telah terjadi sepanjang bulan Juli. Kondisi tersebut turut dipengaruhi oleh melimpahnya stok batubara di pelabuhan utama China serta melambatnya penyerapan impor dari India akibat tingginya curah hujan musim monsun.

Baca Juga: Transnusa Mulai Terbang Jakarta-Bangkok, Bidik Keterisian Penumpang 75%

"Terkait penurunan HBA periode pertama Agustus 2026, perlu dilihat bahwa HBA itu sifatnya lagging indicator, karena perhitungannya mengacu pada transaksi beberapa waktu sebelumnya. Jadi HBA Agustus periode pertama ini sebenarnya lebih merefleksikan kondisi harga pasar pada periode sebelumnya, terutama Juli," ujarnya kepada Kontan.co.id, Senin (10/8/2026).

Gita mengungkapkan, dinamika pasar global pada bulan lalu berimbas langsung pada penyesuaian formula penentuan harga acuan di dalam negeri. Melimpahnya persediaan komoditas di negara konsumen membuat tekanan harga yang terjadi sejak akhir Juni baru terefleksi penuh pada penetapan HBA di awal Agustus ini.

"Pada periode Juli, harga batubara global memang sempat melanjutkan koreksi setelah mencapai level tinggi pada pertengahan Juni. Beberapa faktor yang mempengaruhi antara lain masih tingginya persediaan batubara di beberapa pelabuhan utama China, sementara permintaan dari India juga relatif tertahan karena masih berada dalam periode musim monsun. Jadi penurunan HBA kali ini lebih merupakan dampak lanjutan dari koreksi harga yang sudah terjadi di pasar sejak akhir Juni, bukan berarti menunjukkan pelemahan baru yang tiba-tiba," terangnya.

Mengenai dampak ke kinerja emiten tambang, APBI menilai dampaknya akan bervariasi tergantung pada segmen kalori batubara serta efisiensi biaya masing-masing produsen. Adapun prospek harga ke depan diproyeksikan sangat bergantung pada pemulihan permintaan China dan India pasca musim monsun, di samping evaluasi terhadap regulasi di dalam negeri.

Baca Juga: Ekspor Nikel Indonesia Terancam Menciut hingga 5 Juta Ton pada 2026

"Untuk prospek ke depan, kami melihat masih sangat bergantung pada dinamika pasar global. Beberapa faktor yang perlu diperhatikan antara lain pemulihan permintaan dari China, terutama setelah adanya penyesuaian stok di pelabuhan, serta potensi peningkatan permintaan India setelah musim monsun berakhir sekitar akhir September hingga Oktober," pungkasnya.

Untuk diketahui, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memangkas Harga Batubara Acuan (HBA) khusus kategori batubara berkalori tinggi pada periode pertama bulan Agustus 2026.

Penyesuaian tersebut tertuang dalam Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 312.K/MB.01/MEM.B/2026 tentang Harga Mineral Logam Acuan dan Harga Batubara Acuan untuk Periode Pertama Bulan Agustus Tahun 2026.

Untuk batubara berkalori tinggi dengan kesetaraan nilai kalori 6.322 kcal/kg GAR, pemerintah menetapkan HBA sebesar US$ 124,44 per ton pada periode pertama Agustus 2026. Nilai tersebut turun dibandingkan HBA periode kedua Juli 2026 yang berada di level US$ 131,85 per ton.

Sementara itu, HBA untuk batubara dengan nilai kalori 5.300 kcal/kg GAR ditetapkan sebesar US$ 93,27 per ton di periode pertama Agustus 2026, naik dari periode kedua Juli 2026 yang sebesar US$ 89,90 per ton.

Baca Juga: Dukung UMKM, ShopeePay dan SPayLater Gelar Kompetisi Desain Batik Nasional

Adapun batubara dengan kesetaraan nilai kalori 4.100 kcal/kg GAR dipatok sebesar US$ 65,48 per ton. Angka tersebut meningkat dibandingkan periode sebelumnya yang tercatat sebesar US$ 63,25 per ton.

Selanjutnya, HBA untuk batubara dengan kesetaraan nilai kalori 3.400 kcal/kg GAR ditetapkan sebesar US$ 45,27 per ton pada periode pertama Agustus 2026. Nilai ini meningkat tipis dibandingkan periode kedua Juli 2026 yang sebesar US$ 45,08 per ton.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×