kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.773.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.739   71,00   0,40%
  • IDX 6.162   67,10   1,10%
  • KOMPAS100 813   8,13   1,01%
  • LQ45 620   4,04   0,66%
  • ISSI 218   3,97   1,85%
  • IDX30 355   2,58   0,73%
  • IDXHIDIV20 437   -1,89   -0,43%
  • IDX80 94   1,08   1,17%
  • IDXV30 121   0,41   0,34%
  • IDXQ30 115   -0,63   -0,54%

Harga beras Thailand bakal menjadi US$ 600 per ton pada akhir 2011


Selasa, 18 Januari 2011 / 15:14 WIB


Sumber: Bloomberg | Editor: Rizki Caturini

BANGKOK. Harga beras Thailand, sebagai acuan harga beras dunia, kemungkinan akan naik lebih dari 10% menjadi US$ 600 per metrik ton pada kuartal keempat tahun ini. Menurut Asosiasi Eksportir Beras Thailand, kenaikan harga ini akibat seretnya pasokan dari negara-negara pengeskpor beras seperti Vietnam dan Thailand sendiri.

"Harga beras tahun ini mungkin akan mencapai harga tertingginya pada kuartal keempat 2011, akibat cuaca ekstrim di negara pengekspor beras," kata Chookiat Ophaswongse Presiden Kehormatan Asosiasi Eksortir Beras Thailand.

Produksi beras tahun lalu adalah yang terburuk, lebih rendah dari gandum dan jagung. Harga pangan dunia menurut United Nations Food&Agriculture Organization, indeks harga makanan naik ke rekor tertinggi pada Desember 2010 sejak 2008.

Sebut saja harga gula, harga biji-bijian dan minyak sayur menembus rekor harga pada 2008 lalu ketika waktu itu kenaikan harga menyebabkan kerusuhan di Haiti hingga Mesir.

"Harga beras, mengikuti harga jagung, gandum dan minyak mentah," kata Chookiat. Namun, harga beras pada semester pertama 2011 ini akan berada di harga rata-rata US$ 540 hingga US$ 550 per ton, karena pasokan beras dari Vietnam masih bisa menjaga harga beras relatif stabil.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×