kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.781.000   0   0,00%
  • USD/IDR 16.565   165,00   0,99%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

Kondisi Thailand dan Filipina kerek harga beras global


Selasa, 09 November 2010 / 14:14 WIB
Kondisi Thailand dan Filipina kerek harga beras global
ILUSTRASI. Reksadana Pasar Uang


Reporter: Femi Adi Soempeno, Bloomberg |

BANGKOK. Produksi beras Thailand, negara pengekspor beras terbesar di dunia, kemungkinan akan anjlok karena banjir yang menyapu sebagian besar wilayah Negeri Gajah Putih tersebut. Sementara itu, Filipina, negara pembeli beras terbesar di dunia, menyatakan bahwa panenannya kemungkinan meleset dari target semula. Dus, impor beras Filipina kemungkinan akan meningkat.

Panenan beras di wilayah utama penghasil beras Thailand diperkirakan akan turun 3,9% menjadi 22,34 juta ton; sementara panenan kedua kemungkinan naik tipis sebesar 0,9% menjadi 8,33 juta ton. Hal ini ditegaskan oleh Kementerian Pertanian Thailand, hari ini, Selasa (9/11).

Total panenan beras Thailand kemungkinan anjlok menjadi 30,67 juta ton dibandingkan tahun lalu yang sempat menembus 31,5 juta ton.

Produksi beras Filipina diperkirakan meleset dari target semula sebesar 16,24 juta ton setelah banjir dan angin topan ikut memberantakkan persawahan. Hal ini ditegaskan oleh Agriculture Secretary Proceso Alcala hari ini. Minggu pertama Desember 2010 mendatang, pemerintah Filipina kemungkinan akan memutuskan banyaknya beras yang akan diusung ke Filipina.

Kondisi ini akan menyumbang peningkatan harga beras dan naiknya ongkos makanan. Harga makanan global bahkan telah meningkat ke level yang paling tinggi dalam dua tahun terakhir ini pada bulan Oktober; termasuk sereal, minyak goreng, dan gula.

Hari ini, harga beras untuk pengiriman Januari naik di hari yang ke-enam sebesar 2% menjadi US$ 15,55 per 100 pounds di Chicago Board of Trade. Ini adalah harga paling tinggi sejak Desember 2009 lalu.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU

[X]
×