kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.645.000   -15.000   -0,56%
  • USD/IDR 17.870   -65,00   -0,36%
  • IDX 5.821   -75,34   -1,28%
  • KOMPAS100 752   -12,33   -1,61%
  • LQ45 573   -10,72   -1,84%
  • ISSI 201   -1,70   -0,84%
  • IDX30 325   -6,09   -1,84%
  • IDXHIDIV20 401   -6,69   -1,64%
  • IDX80 86   -1,38   -1,59%
  • IDXV30 108   -1,25   -1,14%
  • IDXQ30 105   -1,88   -1,76%

Harga Cabai hingga Telur Turun di Akhir Juni 2026, Diklaim Bukan Dampak Libur MBG


Senin, 29 Juni 2026 / 14:45 WIB
Harga Cabai hingga Telur Turun di Akhir Juni 2026, Diklaim Bukan Dampak Libur MBG
ILUSTRASI. Pedagang kebutuhan pangan menata cabai merah rawit (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)


Reporter: Hervin Jumar | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga sejumlah komoditas pangan di pasar tradisional bergerak bervariasi pada akhir Juni 2026. 

Sejumlah komoditas seperti cabai dan telur ayam mengalami penurunan harga, sementara bawang merah dan gula pasir lokal masih mencatat kenaikan. 

Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional yang dikelola oleh Bank Indonesia per Senin (29/6), harga cabai rawit merah turun 3,99% menjadi Rp 69.750 per kilogram (kg). Cabai rawit hijau turun 3,62% menjadi Rp 51.900 per kg, cabai merah keriting melemah 2,28% menjadi Rp 53.500 per kg, dan cabai merah besar turun 3,14% menjadi Rp 53.100 per kg.

Baca Juga: Komponen Otomotif RI Tembus Rantai Pasok Global, Ekspor Lampaui US$ 7 Miliar

Di kelompok protein, harga telur ayam ras segar turun 0,67% menjadi Rp 29.750 per kg. Sementara harga daging ayam ras naik tipis menjadi Rp 37.200 per kg. 

Di sisi lain, harga bawang merah naik 3,14% menjadi Rp 50.950 per kg dan gula pasir lokal meningkat 3,43% menjadi Rp 19.750 per kg. Mayoritas harga beras dan minyak goreng relatif stabil, meski minyak goreng curah turun tipis menjadi Rp 20.550 per kg.

Pelaku pasar menilai, perubahan harga tersebut bukan dipengaruhi oleh penghentian sementara operasional Program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama libur sekolah. 

Sekretaris Jenderal Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (Ikappi), Reynaldi Sarijowan, mengatakan kondisi harga pangan menjelang akhir Juni secara umum masih stabil. 

Hanya saja, beberapa komoditas seperti cabai dan daging sapi masih bertahan di level tinggi, sedangkan harga telur dan ayam justru cenderung rendah.

"Sebenarnya bukan karena MBG berhenti beroperasi selama libur sekolah. Pada saat MBG beroperasi juga tidak ada efek apa pun karena memang MBG sendiri belum mampu mengoptimalisasi pasar-pasar di sekitar SPPG agar bisa menyerap bahan bakunya," ujar Reynaldi saat dihubungi Kontan, Senin (29/6/2026). 

Baca Juga: TMMIN: Industri Otomotif RI Masih Tangguh Meski Penjualan Kendaraan Melambat

Ikappi mencatat, harga cabai rawit merah saat ini berada di kisaran Rp 64.000 per kg atau masih tergolong stabil tinggi. Sementara cabai merah keriting sekitar Rp 47.500 per kg, cabai besar Rp 56.000 per kg, bawang merah Rp 53.000 per kg, bawang putih Rp 45.000 per kg, telur Rp 26.800 per kg, ayam Rp 40.000 per kg, dan daging sapi sekitar Rp 149.000 per kg.

Meski begitu, Reynaldi menilai MBG berpotensi memberikan dampak positif apabila operasionalnya kembali normal dan mampu mengoptimalkan pembelian bahan baku dari pasar-pasar di sekitar SPPG. 

Hal itu diyakini dapat meningkatkan penyerapan komoditas pangan dan menopang harga di tingkat produsen.

Sementara itu, Direktur Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan Badan Pangan Nasional (Bapanas), Maino Dwi Hartono, berharap operasional MBG yang kembali normal setelah libur sekolah pada Juli mendatang dapat menjadi sumber permintaan baru bagi berbagai komoditas pangan, khususnya bahan baku yang digunakan dalam program tersebut.

Maino mengatakan, Bapanas mendorong Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) mengoptimalkan pembelian bahan pangan langsung dari petani dan peternak lokal. 

Skema itu telah mulai diterapkan di sejumlah daerah seperti Jawa Timur dan Jawa Tengah. Jika diperluas secara nasional, penyerapan komoditas pangan diharapkan meningkat sehingga dapat membantu menjaga stabilitas harga di tingkat produsen.

Baca Juga: Kemenperin: Implementasi HGBT Terkendala AGIT, Industri Terpaksa Beli Gas Mahal

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?



TERBARU

[X]
×