kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.920.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

Harga Gula Rafinasi Terkerek


Jumat, 06 Maret 2009 / 10:26 WIB
Harga Gula Rafinasi Terkerek


Reporter: Nurmayanti |

JAKARTA. Harga gula rafinasi tampaknya bakal naik lagi. Sebab harga bahan baku gula rafinasi, yaitu gula mentah (raw sugar) terus melonjak di pasar internasional. Bulan Februari 2009 lalu, harga gula mentah sudah mencapai US$ 286 per ton, naik dari harga pada Januari, yakni sebesar US$ 270 per ton.

Dengan kondisi ini, kemungkinan produsen akan kembali mengoreksi harga. Padahal, baru bulan Januari lalu produsen menaikkan harga gula rafinasi sebesar 5% - 6%. "Ini bukan kenaikan, hanya harganya terus mengikuti mekanisme pasar," kilah Direktur Eksekutif Asosiasi Gula Rafinasi Indonesia (Agri) M. Yamin, Kamis (5/2).

Januari lalu, harga gula rafinasi di tingkat produsen sekitar Rp 5.500 - Rp 5.600 per kilogram (kg). Dengan kenaikan harga gula mentah belakangan ini, maka harga gula rafinasi di tingkat produsen bakal naik menjadi Rp 6.600 per kg.

Produsen menduga, kenaikan harga gula mentah dipicu harga minyak mentah dunia yang mulai merangkak naik. Beban produsen bertambah seiring pelemahan nilai tukar rupiah ke kisaran Rp 12.000 per dolar AS.

Repotnya, dalam dua tahun terakhir, produksi gula rafinasi cenderung menurun. Pada 2007, produksi gula rafinasi dari lima perusahaan dalam negeri mencapai 1,4 juta ton. Pada 2008, produksi turun menjadi 1,1 juta ton. Tahun ini, jumlahnya bakal lebih rendah lagi karena yang beroperasi baru dua pabrik gula.

Sekretaris Asosiasi Minuman Ringan (Asrim) Suroso Natakusumah mengaku, gula menjadi bagian penting dalam komposisi biaya produksi industri minuman ringan. Jadi, kenaikan harga gula rafinasi pasti mengubah komponen harga jual mereka. "Perubahan komponen biaya produksi pasti berpengaruh dalam biaya produksi kami," ujarnya.

Bila harga gula rafinasi terus meningkat, maka harga beberapa produk makanan dan minuman juga bakal ikutan naik. Ujung-ujungnya, konsumen atau masyarakat yang bakal menanggung beban kenaikan harga produk itu.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×