kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.627.000   -1.000   -0,04%
  • USD/IDR 17.876   21,00   0,12%
  • IDX 6.277   -107,68   -1,69%
  • KOMPAS100 821   -13,16   -1,58%
  • LQ45 626   -8,68   -1,37%
  • ISSI 216   -5,69   -2,56%
  • IDX30 347   -5,77   -1,63%
  • IDXHIDIV20 433   -6,98   -1,59%
  • IDX80 94   -1,46   -1,53%
  • IDXV30 119   -2,04   -1,69%
  • IDXQ30 112   -1,71   -1,50%

Harga Komponen Naik, Zyrexindo (ZYRX) Merugi Rp 24 Miliar di Semester I-2026


Selasa, 22 September 2026 / 16:38 WIB
Harga Komponen Naik, Zyrexindo (ZYRX) Merugi Rp 24 Miliar di Semester I-2026
ILUSTRASI. Zyrex gandeng JD.ID pasarkan Sky 232 Xtreme (KONTAN/Annisa Heriyanti)


Reporter: Vina Elvira | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kinerja PT Zyrexindo Mandiri Buana Tbk (ZYRX) mengalami tekanan akibat kenaikan biaya komponen yang terjadi di sepanjang semester I-2026. 

Merujuk laporan keuangan, ZYRX membukukan pendapatan sebesar Rp 116 miliar per semester I-2026, meningkat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 114 miliar. Pertumbuhan ini terutama didorong oleh segmen B2B dan B2C.

Namun demikian, peningkatan pendapatan belum sepenuhnya diikuti peningkatan profitabilitas. Di mana, perusahaan harus mencetak kerugian sebesar Rp 24 miliar pada periode ini.

Sekretaris Perusahaan Zyrexindo Mandiri Buana, Evan Jordan mengatakan faktor utama yang membuat profitabilitas perusahaan tertekan di antaranya kenaikan harga RAM dan NAND, serta beban keuangan.

Baca Juga: Target PLTS 100 GWp, Pengamat Minta RUPTL PLN 2025-2034 Perlu Direvisi

“Di tengah kondisi tersebut, perusahaan tetap melakukan efisiensi dan menjaga pengelolaan biaya agar tekanan terhadap margin dapat diminimalkan,” ungkap Evan, kepada Kontan, Jumat (18/9/2026). 

Memasuki paruh kedua, perusahaan ini melihat peluang pertumbuhan tetap terbuka, terutama dari segmen B2C dan B2B, seiring dengan kebutuhan perangkat komputasi yang terus berkembang.

Selain itu, peluang dari pengadaan pemerintah tetap menjadi bagian dari pasar yang diperhatikan Perseroan, meskipun karakter bisnis B2G sangat bergantung pada siklus dan waktu realisasi proyek.

“Untuk saat ini, Perseroan terus memonitor perkembangan permintaan pasar dan kondisi biaya komponen sebelum melakukan penyesuaian terhadap target yang telah ditetapkan,” terangnya. 

Manajemen ZYRX menargetkan perolehan pendapatan sebesar Rp 450 miliar di sepanjang 2026. Sementara dari sisi laba bersih, pihaknya tetap optimistis mencatatkan pertumbuhan positif, meskipun dengan pendekatan yang lebih konservatif di tengah dinamika harga komponen global dan kondisi pasar yang masih menantang. 

Dengan mempertimbangkan realisasi semester I dan perkembangan bisnis hingga saat ini, pihaknya masih fokus mengejar target tersebut melalui peningkatan kontribusi segmen B2C dan B2B, pengembangan produk, serta efisiensi operasional.

“Namun, pencapaian target tetap akan bergantung pada perkembangan permintaan pasar, realisasi proyek, nilai tukar, serta harga komponen hingga akhir tahun,” tutur dia.

Baca Juga: Bahlil Minta Masyarakat Menengah ke Atas Tak Pakai BBM Subsidi  

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×