kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.630.000   -15.000   -0,57%
  • USD/IDR 17.913   43,00   0,24%
  • IDX 5.643   -177,60   -3,05%
  • KOMPAS100 728   -24,24   -3,22%
  • LQ45 553   -19,90   -3,47%
  • ISSI 197   -4,65   -2,31%
  • IDX30 314   -10,96   -3,37%
  • IDXHIDIV20 389   -11,74   -2,93%
  • IDX80 83   -2,75   -3,22%
  • IDXV30 107   -1,77   -1,63%
  • IDXQ30 102   -3,08   -2,93%

Harga melambung, PLN minta kebutuhan batubara dalam negeri didahulukan


Rabu, 06 Oktober 2021 / 08:50 WIB
ILUSTRASI. PT PLN (Persero) melakukan sejumlah strategi untuk memastikan ketersediaan pasokan batubara


Reporter: Arfyana Citra Rahayu | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Di tengah harga batubara yang melambung di pasar internasional, PT PLN menegaskan industri batubara lokal harus mendahulukan pemenuhan kebutuhan di dalam negeri.

Direktur Perencanaan Korporat PT PLN, Evy Haryadi bilang, PLN dibantu oleh pemerintah terkait dengan kebijakan penjualan batubara ke domestik (DMO) bila terkait dengan masalah harga batubara yang tinggi di internasional.

"Kami mengharapkan dukungan dari industri batubara dalam negeri dalam memenuhi kebutuhan energi PLN jangan sampai dengan harga yang tinggi di luar negeri, batubara yang kita punyai seluruhnya terekspor ke luar negeri, tentu didahulukan kebutuhan dalam negeri," ujarnya dalam Webinar diseminasi RUPTL PLN 2021 s.d. 2030, Selasa (5/10).

Baca Juga: Naik lagi, HBA bulan Oktober mencapai US$ 161,63 per ton

Haryadi menegaskan, apa pun yang terjadi di luar negeri tentunya industri batubara lokal harus bisa memenuhi kebutuhan dalam negeri.

"Tentunya ada kebijakan pemerintah baik dari sisi kepentingan PLN maupun kepentingan kelistrikan dalam negeri dan pengusaha batubara," ujarnya.

Dalam beberapa tahun mendatang, proyeksi kebutuhan batubara sebagai bahan bakar pembangkit listrik masih berkontribusi signfikan. Melansir materi PLN di dalam Webinar diseminasi RUPTL PLN 2021 sampai dengan 2030, proyeksi kebutuhan bahan bakar batubara di 2021 sebesar 111 juta ton.

Kemudian, kebutuhan batubara mengalami tren kenaikan mulai dari 2022 sebesar 115 juta ton hingga di 2024 menjadi 131 juta ton.

Namun, di 2025 proyeksi kebutuhan batubara sempat turun menjadi 124 juta ton. Berlanjut di 2026 sampai 2030, kebutuhan batubara kembali mengalami tren kenaikan yakni dari 131 juta ton di 2026 menjadi 153 juta ton di 2030.

Baca Juga: Menteri ESDM: Arah kebijakan energi nasional ke depan adalah transisi ke EBT

Haryadi memaparkan, proyeksi kebutuhan bahan bakar  seiring dengan pola pertumbuhan pembangkitan yang ada.

Kebutuhan bahan bakar gas dan batubara masih tumbuh secara beban dikarenakan masih adanya proyek on going yang sedang berjalan di sisi pembangkit-pembangkit termal walaupun sudah menambahkan pembangkit EBT di dalam sistem PLN.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×