kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.819.000   -17.000   -0,93%
  • USD/IDR 16.565   165,00   0,99%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

Naik lagi, HBA bulan Oktober mencapai US$ 161,63 per ton


Selasa, 05 Oktober 2021 / 21:29 WIB
Naik lagi, HBA bulan Oktober mencapai US$ 161,63 per ton
ILUSTRASI. Pertambangan batubara


Reporter: Muhammad Julian | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga Batubara Acuan (HBA) masih menanjak. Pada bulan Oktober 2021 ini, HBA kembali naik hingga menembus US$ 161,63 per ton, naik US$ 11,60 per ton dibanding HBA bulan sebelumnya yang sebesar US$ 150,03 per ton. 

Kepala Biro Komunikasi Layanan Informasi Publik dan Kerja Sama Kementerian ESDM, Agung Pribadi menjelaskan, kenaikan HBA bulan Oktober 2021 salah satunya disebabkan oleh permintaan yang terus meningkat di China seiring terbatasnya pasokan batubara di negara tersebut. Faktor lainnya,  permintaan batubara dari Korea Selatan dan kawasan Eropa juga meningkat seiring dengan tingginya harga gas alam.

“Kenaikan HBA bulan Oktober 2021 disebabkan oleh permintaan yang terus meningkat di China dimana saat ini kebutuhan batubara meningkat untuk keperluan pembangkit listrik yang melampaui kapasitas pasokan batubara domestik, juga meningkatnya permintaan batubara dari Korea Selatan dan kawasan Eropa seiring dengan tingginya harga gas alam,” terang Agung dalam keterangan tertulis, Selasa (5/10).

Sedikit informasi, HBA adalah harga yang diperoleh dari rata-rata Indonesia Coal Index (ICI), Newcastle Export Index (NEX), Globalcoal Newcastle Index (GCNC), dan Platt's 5900 pada bulan sebelumnya, dengan kualitas yang disetarakan pada kalori 6322 kcal/kg GAR, Total Moisture 8%, Total Sulphur 0,8%, dan Ash 15%.

Baca Juga: Harga batubara melambung, begini dampaknya bagi pendapatan Trans Power Marine (TPMA)

Ada dua faktor turunan yang mempengaruhi pergerakan HBA yaitu, supply dan demand. Faktor turunan supply dipengaruhi oleh  cuaca, teknis tambang, kebijakan negara supplier, hingga teknis di supply chain seperti kereta, tongkang, maupun loading terminal.

Sementara itu, faktor turunan demand dipengaruhi oleh kebutuhan listrik yang turun berkorelasi dengan kondisi industri, kebijakan impor, dan kompetisi dengan komoditas energi lain, seperti LNG, nuklir, dan hidro.

Dalam perkembangannya, HBA sempat melandai pada Februari-April 2021. Namun, HBA kemudian mengalami kenaikan beruntun pada periode Mei-September 2021. Kenaikan tersebut terus konsisten hingga bulan Oktober 2021 dengan mencatatkan rekor tertinggi baru.

Asal tahu saja, sebelumnya HBA bulan September 2021 sebesar US$ 150,03 per ton sudah tercatat sebagai  angka tertinggi dalam dekade terakhir. "(HBA) naik lagi, naik US$ 11,60 per ton bulan ini dibanding sebelumnya," ujar Agung.

Untuk diketahui, HBA bulan Oktober ini akan dipergunakan pada penentuan harga batubara pada titik serah penjualan secara Free on Board di atas kapal pengangkut (FOB Vessel). 

Selanjutnya: Harga Batubara Menanjak, Emiten Batubara Mendongkrak Pasar Ekspor

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Survei KG Media

TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Procurement Economies of Scale (SCMPES) Brush and Beyond

[X]
×