kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.574.000   -20.000   -0,77%
  • USD/IDR 17.909   -32,00   -0,18%
  • IDX 5.926   -10,17   -0,17%
  • KOMPAS100 765   -0,18   -0,02%
  • LQ45 589   -1,71   -0,29%
  • ISSI 206   -0,73   -0,35%
  • IDX30 328   -1,45   -0,44%
  • IDXHIDIV20 422   -0,98   -0,23%
  • IDX80 87   -0,08   -0,10%
  • IDXV30 116   -0,04   -0,04%
  • IDXQ30 108   -0,46   -0,42%

Harga Minyak Mentah RI Meningkat, Harga Pertamax Bakal Naik?


Selasa, 13 Oktober 2026 / 17:10 WIB
Harga Minyak Mentah RI Meningkat, Harga Pertamax Bakal Naik?
ILUSTRASI. BBM Pertamina Pertamax (KONTAN/Muradi)


Penulis: Chelsea Anastasia, Chelsea Anastasia | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kenaikan rata-rata harga minyak mentah Indonesia (Indonesia Crude Price/ICP) berpotensi berimbas pada kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) non-subsidi seperti Pertamax. Hal ini mengingat harga BBM nonsubsidi mengikuti dinamika harga minyak mentah global yang juga menentukan penetapan ICP.

Sebagai informasi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menetapkan rata-rata harga minyak mentah Indonesia atau Indonesian Crude Price (ICP) sebesar US$ 112,81 per barel pada September 2026. Di level ini, ICP naik US$ 23,38 atau sekitar 26% dari Agustus 2026 yang sebesar US$ 89,43 per barel.

Merespons hal ini, PT Pertamina (Persero) mengaku akan terus mencermati dinamika harga minyak mentah yang mempengaruhi biaya pengadaan energi.

Terkait dampaknya terhadap BBM nonsubsidi, Vice President Corporate Communication Pertamina Muhammad Baron menjelaskan, perhitungan keekonomian dan evaluasi harga produk dilakukan dengan sejumlah pertimbangan. Ini mencakup harga produk BBM di pasar internasional, nilai tukar rupiah, biaya pengadaan dan distribusi, hingga pajak.

Baca Juga: Bahlil Usul Harga Minyak Mentah (ICP) di Kisaran US$ 70 - US$ 95 Per Barel di 2027

"Sementara, penetapan harga mengikuti ketentuan Pemerintah dengan memperhatikan kondisi pasar, daya beli masyarakat, dan keberlanjutan pasokan," ujarnya kepada Kontan, Selasa (13/10/2026).

Karena itu, Baron menegaskan kenaikan ICP tidak serta-merta menentukan besarnya selisih keekonomian maupun peningkatan harga jual.

Ia juga memastikan Pertamina akan tetap transparan menginformasikan harga BBM non-subsidi pada periode selanjutnya.

"Keputusan harga periode berikutnya mengikuti hasil evaluasi dan akan disampaikan melalui kanal resmi Pertamina," kata Baron.

Baca Juga: Brent Tembus US$ 107, Pengamat: Harga Keekonomian Pertamax Capai Rp 18.650 per Liter

Untuk menjaga ketersediaan pasokan dalam negeri, ia menjelaskan, perusahaan mendukung peningkatan produksi dalam negeri dan pemanfaatan biofuel untuk mengurangi ketergantungan impor. 

Pertamina juga berupaya terus memastikan ketersediaan pasokan sekaligus keterjangkauan harga meskipun sekaligus di tengah upaya untuk tetap menjaga kinerja bisnis.

"Melalui koordinasi dengan Pemerintah, Pertamina berkomitmen menjaga keandalan pasokan energi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, sekaligus mengupayakan keseimbangan antara keterjangkauan harga dan keberlanjutan bisnis perusahaan," tandas Baron.

Baca Juga: Harga Minyak Mentah Indonesia Naik Tajam di Bulan Maret, Tembus US$ 102,26 Per Barel

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN10.10
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×