kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.884.000   16.000   0,56%
  • USD/IDR 17.206   48,00   0,28%
  • IDX 7.634   12,62   0,17%
  • KOMPAS100 1.054   2,19   0,21%
  • LQ45 759   1,54   0,20%
  • ISSI 277   0,40   0,14%
  • IDX30 403   0,28   0,07%
  • IDXHIDIV20 490   1,86   0,38%
  • IDX80 118   0,34   0,29%
  • IDXV30 139   0,96   0,70%
  • IDXQ30 129   0,30   0,23%

Harga Minyak Mentah Indonesia Naik Tajam di Bulan Maret, Tembus US$ 102,26 Per Barel


Sabtu, 18 April 2026 / 08:21 WIB
Harga Minyak Mentah Indonesia Naik Tajam di Bulan Maret, Tembus US$ 102,26 Per Barel
ILUSTRASI. Harga Minyak (REUTERS/Christian Hartmann)


Reporter: Khomarul Hidayat | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga rata-rata minyak mentah Indonesia atau Indonesian Crude Price (ICP) pada bulan Maret 2026 naik tajam. ICP pada bulan tersebut ditetapkan sebesar US$ 102,26 per barel.

Harga ICP ini melonjak US$ 33,47 per barel dibandingkan ICP bulan Februari 2026.

Penetapan ini tertuang dalam Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia Nomor 149.K/MG.03/MEM.M/2026 tentang Harga Minyak Mentah Indonesia Bulan Maret 2026.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM Laode Sulaeman dalam keterangannya pada Jumat (17/4/2026), mengatakan, lonjakan ICP tersebut tidak terlepas dari dinamika geopolitik global yang memanas sepanjang Maret 2026.

"Rata-rata ICP bulan Maret 2026 naik signifikan sebesar US$ 33,47 per barel dibandingkan bulan Februari 2026. Dari US$  68,79 per barel menjadi US$ 102,26 per barel. Kenaikan ini sejalan dengan tren harga minyak mentah utama dunia yang juga mengalami peningkatan tajam," ujar Laode.

Baca Juga: Harga Pertamax Turbo, Dexlite dan Pertamina Dex Naik, Ini Harga Terbarunya

Kenaikan harga minyak mentah global dipicu eskalasi konflik yang melibatkan Amerika Serikat (AS), Israel, dan Iran, yang berdampak langsung terhadap pasokan energi dunia.

Salah satu faktor utama adalah terganggunya jalur distribusi energi global, termasuk sempat adanya penghentian pelayaran melalui Selat Hormuz yang selama ini menjadi jalur sekitar 20% pasokan minyak dunia. Selain itu, berbagai serangan terhadap fasilitas energi di kawasan Timur Tengah turut mempengaruhi pasokan.

Laode mengatakan, dinamika konflik global sempat menimbulkan tekanan pada produksi dan distribusi energi di sejumlah kawasan. Termasuk gangguan pada LNG di Qatar, operasional kilang di Arab Saudi, serta penurunan produksi di beberapa negara dan terdampaknya fasilitas strategis.

"Situasi geopolitik yang memanas menyebabkan ketidakpastian pasokan global, yang pada akhirnya mendorong kenaikan harga minyak mentah secara signifikan," imbuhnya.

Sejalan dengan itu, pemerintah terus mencermati perkembangan global dan menyiapkan langkah mitigasi yang diperlukan guna memperkuat ketahanan energi nasional. Termasuk mencari beragam sumber pasokan alternatif.

"Melalui langkah antisipatif dan pemantauan yang berkelanjutan, pemerintah tetap memastikan pasokan energi nasional tetap terjaga dan stabil," tegas Laode.

Baca Juga: Menteri ESDM Bahlil Sebut Rusia Mau Bangun Kilang dan Storage di Indonesia

Secara rinci, perkembangan harga rata-rata minyak mentah utama pada Maret 2026 dibandingkan Februari 2026 mengalami peningkatan sebagai berikut:

  • Rata-rata ICP minyak mentah Indonesia naik sebesar US$ 33,47 per barel, dari US$ 68,79 per barel menjadi US$ 102,26 per barel
  • Harga Brent (ICE) meningkat sebesar US$ 30,23 per barel, dari US$ 69,37 per barel menjadi US$ 99,60 per barel.
  • WTI (Nymex) naik sebesar US$ 26,47 per barel, dari US$ 64,52 per barel menjadi US$ 91,00 per barel.
  • Dated Brent mengalami kenaikan sebesar US$ 32,73 per barel, dari US$ 71,15 per barel menjadi US$ 103,89 per barel
  • Basket OPEC naik signifikan sebesar US$ 48,13 per barel, dari US$ 67,90 per barel menjadi US$ 116,03 per barel (per 30 Maret 2026). 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×