kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.729.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.734   15,00   0,08%
  • IDX 6.255   247,31   4,12%
  • KOMPAS100 831   37,01   4,66%
  • LQ45 625   27,23   4,56%
  • ISSI 213   7,03   3,41%
  • IDX30 354   15,20   4,48%
  • IDXHIDIV20 435   17,42   4,17%
  • IDX80 94   4,30   4,80%
  • IDXV30 116   2,90   2,56%
  • IDXQ30 114   4,59   4,21%

Bahlil Usul Harga Minyak Mentah (ICP) di Kisaran US$ 70 - US$ 95 Per Barel di 2027


Selasa, 16 Juni 2026 / 14:48 WIB
Bahlil Usul Harga Minyak Mentah (ICP) di Kisaran US$ 70 - US$ 95 Per Barel di 2027
ILUSTRASI. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia (DOK/diki mardiansyah )


Reporter: Arif Ferdianto | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia mengusulkan harga minyak mentah Indonesia atau Indonesia Crude Price (ICP) berada di kisaran US$ 70 hingga US$ 95 per barel pada tahun 2027.

Usulan ini menunjukkan adanya rentang batas atas yang cukup lebar dibandingkan dengan ketetapan tahun sebelumnya. 

"Izinkan kami menyampaikan tentang ICP kita di 2027 yang disampaikan oleh pemerintah kepada DPR pada saat awal adalah sebesar US$ 70- US$ 95 per barrel," ujarnya dalam rapat kerja bersama Komisi XII DPR RI, Jakarta, Senin (15/6/2026).

Meski demikian, Bahlil menyebut, pemerintah masih akan terus memantau pergerakan harga minyak dunia serta stabilitas geopolitik global sebelum menentukan angka pasti pada nota keuangan mendatang. 

Baca Juga: Pemerintah Akan Naikkan Harga Eceran Tertinggi Minyakita, Harga Baru Segera Diumumkan

"Di 2026, kita ketok palu dengan angka US$ 70. Tetapi di 2027, kisarannya batas minimum US$ 70 dan maksimalnya di angka US$ 95. Sambil kita lihat perkembangan dinamika nanti sampai di bulan Agustus," jelasnya.

Selain ICP, Bahlil turut memaparkan target lifting minyak dan gas bumi (migas) yang diproyeksikan berada di angka 1,536 juta barel setara minyak per hari (BOEPD) sampai 1,592 juta BOEPD.

Secara rinci, target lifting minyak bumi tahun 2027 dipatok pada kisaran 602.000 hingga 615.000 barel minyak per hari (BOPD).

Terkait distribusi energi, pemerintah mengalokasikan volume BBM bersubsidi tahun 2027 sebesar 19,34 juta hingga 19,56 juta kiloliter (KL), atau naik dibandingkan kuota 2026 yang sebesar 19,17 juta KL.

Sedangkan untuk minyak solar, alokasinya dirancang pada angka 18,80 juta hingga 18,19 juta KL di periode yang sama.

Baca Juga: Harga Minyak Tembus US$ 117,31 per Barel, Harga Pertalite dan Pertamax Tetap Ditahan?

Sementara itu, untuk menjaga daya beli masyarakat, pemerintah tetap mempertahankan kuota Liquefied Petroleum Gas (LPG) 3 kg bersubsidi agar tidak mengalami perubahan volume yang signifikan. 

"LPG (3 kg) rata-rata sama kita alokasikan di angka 8 juta kiloliter, sama dengan 2026," pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×