Close | x
kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.165
  • EMAS709.000 -0,56%
  • RD.SAHAM 0.53%
  • RD.CAMPURAN 0.27%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.13%

Harga nikel melemah di perdagangan, ada apa?

Jumat, 29 Maret 2019 / 20:39 WIB

Harga nikel melemah di perdagangan, ada apa?
ILUSTRASI. Bongkar Muat Timah

KONTAN.CO.ID -JAKARTA. Harga komoditas logam, nikel juga turut melemah kini di perdagangan. Penurunan harga nikel diakui analis karena perang dagang dan pabrik nikel di China sempat ditutup.

Mengutip Bloomberg, harga nikel kontrak tiga bulan di London Metal Exchange (LME) berada di level US$ 12,887 per ton. Angka ini turun 1,35% dari harga kemarin yaitu US$ 13,064 per ton. Harga juga turun 0,83% dalam sepekan.


Senior Research Asia Tradepoint Futures, Cahyo Dewanto mengatakan pelemahan harga nikel disebabkan berita perang dagang yang masih menjadi tanda tanya pelaku pasar. Cahyo mencatat bahwa beberapa pelaku pasar kini mempertanyakan hasil perang dagang nantinyax meskipun ada kabar dari negosiasi dagang AS-China banyak mengalami kemajuan, seperti dikatakan tim delegasi AS Perwakilan dagang AS, Robert Lighthizer tadi malam.

"Kondisi ini memberi harapan baru dalam Industri China, khususnya di sektor industri nikel sehingga mampu mendorong harga logam nikel naik nantinya," ujar Cahyo kepada KONTAN, Jumat (29/3).

Disisi lain, pelemahan juga terjadi karena penurunan impor nikel sebesar 7.9% ,dari 154.059 ton ke 141.842 ton. Hal ini dikarenakan pabrik nirkarat atau fero nikel banyak ditutup sementara untuk pemeliharaan, karena penantian perundingan dagang yang tidak pasti. "Dan saat ini telah dibuka kembali sebagian. Sehingga bisa mendongkrak lagi harga nikel," tandasnya.

Secara teknikal, Cahyo menilai bahwa harga nikel berada diatas garis moving average (MA) 50, 100 dan 200. Kemudian indikator RSI diatas area 14, stochastic diatas area, MACD diatas area 12,26 dan ADX juga CCI diatas area 14.

Besok, dia memperkirakan harga nikel bergerak di rentang US$ 12,800 sampai US$ 13,200 per ton. Sementara sepekan bergerak di kisaran US$ 12,300 sampai US$ 13,800 per ton. Dia pun merekomendasikan buy.


Reporter: Jane Aprilyani
Editor: Azis Husaini
Video Pilihan

TERBARU
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2019 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0003 || diagnostic_api_kanan = 0.0518 || diagnostic_web = 0.2977

Close [X]
×