kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.922.000   20.000   0,69%
  • USD/IDR 17.037   37,00   0,22%
  • IDX 7.095   -89,34   -1,24%
  • KOMPAS100 981   -11,73   -1,18%
  • LQ45 720   -6,96   -0,96%
  • ISSI 254   -3,11   -1,21%
  • IDX30 390   -2,97   -0,75%
  • IDXHIDIV20 485   -2,09   -0,43%
  • IDX80 111   -1,20   -1,08%
  • IDXV30 134   -0,38   -0,29%
  • IDXQ30 127   -0,82   -0,64%

Harga solar subsidi tak naik, AKR turut menanggung efeknya


Selasa, 20 Maret 2018 / 15:35 WIB
ILUSTRASI. PT AKR Corporindo Tbk AKRA


Reporter: Febrina Ratna Iskana | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Penetapan harga solar subsidi yang tidak naik hingga 2019 ternyata juga berdampak pada keuangan PT AKR Corporindo Tbk. 

Presiden Direktur PT AKR Corporindo Tbk Haryanto Adikoesoemo mengatakan penetapan harga solar subsidi saat ini telah mengurangi arus kas perseroan.

Namun Haryanto tidak mau menyebut besaran pengurangan arus kas perseroan lantaran masih menunggu audit dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). "Bukan terganggu, hanya cash flow yang beda. Artinya sisanya tunggu audit BPK selesai," kata Haryanto di Gedung DPR Jakarta, Senin (19/3).

Meski arus kas berkurang, Haryanto mengaku AKR masih bisa menanggung selisih harga solar. Pasalnya penyaluran solar subsidi hanya 10% dari seluruh penyaluran BBM AKR.

"BBM subsidi volume 10%, sisanya non subsidi. Jadi beban tidak berat dan sebenarnya bukan beban karena kami dikasih margin," ungkap Haryanto.

Nah, margin AKR ini memang ada dalam formula harga solar yang ditetapkan oleh pemerintah. Namun formula harga ini tidak digunakan pemerintah untuk menetapkan harga solar subsidi saat ini.

Namun Haryanto yakin ke depannya AKR bisa menagih selisih solar subsidi ke pemerintah berdasarkan formula harga yang ditetapkan pemerintah sebelumnya. " Saya yakin kalau pemerintah bikin formula akan dipenuhi," jelasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×