kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.660.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.935   -9,00   -0,05%
  • IDX 5.896   -102,90   -1,72%
  • KOMPAS100 764   -13,28   -1,71%
  • LQ45 584   -4,02   -0,68%
  • ISSI 203   -5,25   -2,52%
  • IDX30 331   -1,77   -0,53%
  • IDXHIDIV20 408   -0,87   -0,21%
  • IDX80 87   -1,24   -1,41%
  • IDXV30 110   -1,47   -1,32%
  • IDXQ30 107   -0,13   -0,12%

Harga terigu lokal masih akan stabil


Rabu, 22 Desember 2010 / 13:11 WIB


Reporter: Evilin Falanta | Editor: Rizki Caturini

JAKARTA. Produksi gandum di New South wales turun menjadi 8,75 juta metrik ton. Padahal, pada bulan sebelumnya, seperti dikutip Bloomberg, produksi gandum di New South Wales mencapai 9,21 juta ton.

Penurunan produksi gandum dari negara eksportir gandum nomor empat didunia yang mencapai 5% ini terjadi karena cuaca ekstrim yang terjadi di Australia belakangan ini. Hal itu membuat sebagian tanaman gandum rusak.

Ketua Umum Asosiasi Pedagang Gula dan Terigu Indonesia (Apegti) Natsir Masnyur bilang, turunnya produksi gandum dunia tentu akan mempengaruhi harga terigu dalam negeri karena harga gandum dunia ikut naik.

Namun, Direktur Eksekutif Asosiasi Produsen Tepung Terigu Indonesia (Aptindo) Ratna Sari Loppies berpendapat, kenaikan harga gandum belum mempengaruhi harga terigu dalam negeri dalam waktu dekat. "Karena pedagang telah stok tepung sejak jauh-jauh hari, meskipun saat ini Indonesia masih 100% mengimpor terigu," kata Ratna.

Lagipula, jelang Lebaran lalu, produsen lokal telah menaikkan harga terigu sebesar 2%. Sehingga, belum ada keharusan untuk kembali menaikkan harga gandum.

Sekedar informasi, saat ini kapasitas pasokan terigu dalam negeri mencapai 7 juta ton per tahun. Sementara kebutuhan terigu nasional 5 juta ton. "Hingga akhir tahun ini pasokan terigu masih aman," kata Ratna.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×