kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.639.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 17.764   -19,00   -0,11%
  • IDX 6.596   -4,17   -0,06%
  • KOMPAS100 859   -4,53   -0,52%
  • LQ45 652   -2,54   -0,39%
  • ISSI 229   -0,27   -0,12%
  • IDX30 365   -1,19   -0,33%
  • IDXHIDIV20 451   -1,09   -0,24%
  • IDX80 98   -0,50   -0,51%
  • IDXV30 124   -1,26   -1,01%
  • IDXQ30 117   -0,24   -0,20%

Harga tiket KA sleeper tak akan lebih murah dari harga tiket KA priority


Selasa, 03 Juli 2018 / 14:24 WIB
Kereta sleeper


Reporter: Aulia Fitri Herdiana | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga promo tiket kereta api kelas luxury jenis sleeper akan segera habis pada tanggal 12 Juli 2018. Namun PT Kereta Api Indonesia (KAI) mengaku belum menetapkan harga aslinya.

Kereta sleeper menjadi layanan pendukung selama masa angkutan Lebaran 2018. Kereta yang diproduksi oleh PT Inka tersebut dioperasikan perdana pada 12 Juni lalu pada rangkaian KA Argo Bromo Anggrek relasi Stasiun Gambir-Stasiun Surabaya Pasarturi (PP).

"Harga aslinya? Belum tahu, masih kita bicarakan," jawab Edi Sukmoro ketika ditanya awak media soal harga tiket kereta sleeper setelah tanggal 12 Juli 2018. "Yang jelas tidak akan lebih murah dari harga tiket priority," terangnya kemudian.

Untuk gambaran, harga tiket KA Priority yang sudah beroperasi saat ini mencapai Rp 1,2 juta. Namun Edi meyakinkan harga tiket KA Sleeper sesuai dengan sejumlah fasilitas yang didapatkan seperti makan dan minum secara gratis, kenyamanan kursi yang dapat direbahkan 170 derajat secara elektronik, sandaran kaki elektronik, hingga hiburan pribadi berupa televisi 12 inchi dilengkapi dengan headset.

"Kalo boleh step selanjutnya yang ingin ditambahkan adalah wifi, karena kalo ada wifi orang bisa sekalian bekerja," terang Edi lagi.

Edi juga menambahkan, kemungkinan akan ada penambahan destinasi lain untuk KA sleeper, yaitu Yogyakarta dan Solo karena permintaannya ke kota tersebut mulai banyak. Namun keputusan pastinya masih akan didiskusikan setelah hasil evaluasi tanggal 12 Juli 2018.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×