kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.624.000   -40.000   -1,50%
  • USD/IDR 17.783   18,00   0,10%
  • IDX 6.596   -4,17   -0,06%
  • KOMPAS100 859   -4,53   -0,52%
  • LQ45 652   -2,54   -0,39%
  • ISSI 229   -0,27   -0,12%
  • IDX30 365   -1,19   -0,33%
  • IDXHIDIV20 451   -1,09   -0,24%
  • IDX80 98   -0,50   -0,51%
  • IDXV30 124   -1,26   -1,01%
  • IDXQ30 117   -0,24   -0,20%

Pertumbuhan Transaksi Digital Belum Sepenuhnya Dinikmati UMKM


Rabu, 02 September 2026 / 22:41 WIB
Pertumbuhan Transaksi Digital Belum Sepenuhnya Dinikmati UMKM
ILUSTRASI. Pertumbuhan aktivitas transaksi digital membuka peluang penjualan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui marketplace.  (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)


Reporter: Prayogi Ikhrawinata | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Transaksi pembayaran digital di Indonesia terus tumbuh. Bank Indonesia (BI) mencatat transaksi digital hingga Juli 2026 tumbuh 28,69% secara tahunan menjadi sekitar 5,5 miliar transaksi.

Pertumbuhan aktivitas transaksi digital tersebut turut membuka peluang penjualan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui marketplace. Perubahan kebiasaan konsumen yang semakin memilih berbelanja secara online membuat berbagai produk UMKM dapat menjangkau pasar yang lebih luas.

Produk pertanian, perdagangan, fashion, makanan, hingga kebutuhan sehari-hari kini semakin banyak dipasarkan melalui kanal digital.

Baca Juga: Pungutan PPh Pasal 22 oleh Marketplace Ditunda, E-Commerce Sesuaikan Ulang Sistem

Ketua Umum Asosiasi Industri UMKM Indonesia (Akumandiri) Hermawati Setyorinny mengatakan, peluang penjualan melalui marketplace masih terbuka pada semester kedua 2026.

Namun, pertumbuhan aktivitas belanja online belum tentu sepenuhnya berbanding lurus dengan peningkatan keuntungan UMKM. Sebagian pelaku usaha bahkan mulai mencari kanal penjualan lain, seperti situs web dan media sosial.

Salah satu pertimbangannya adalah biaya administrasi dan potongan yang dikenakan platform. Beban tersebut dapat mengurangi margin keuntungan yang diperoleh penjual.

"Sebenarnya yang paling untung adalah pemilik marketplace, karena potongannya besar," ujar Hermawati kepada KONTAN, Rabu (2/9/2026).

Meski demikian, marketplace tetap menjadi salah satu kanal penting bagi UMKM untuk memperluas pasar. Berbagai sektor usaha masih memiliki peluang meningkatkan penjualan melalui kanal digital.

Tantangan lainnya adalah belum semua pelaku UMKM memiliki kemampuan untuk memanfaatkan marketplace secara optimal. Sebagian pelaku usaha masih belum memahami cara meningkatkan trafik dan penjualan melalui kanal digital.

Selain itu, tidak semua pelaku UMKM mengetahui adanya program pelatihan yang disediakan sejumlah marketplace. Karena itu, edukasi dan sosialisasi dinilai perlu diperluas agar lebih banyak pelaku usaha dapat memanfaatkan peluang tersebut.

"Sosialisasi dulu, karena dengan mereka mendapat edukasi bagaimana menaikkan traffic pembelian, itu juga akan bantu negara," kata Hermawati.

Menurut Hermawati, pemerintah dan pengelola marketplace dapat bekerja sama untuk memperluas edukasi kepada pelaku UMKM. Dengan kemampuan digital yang lebih baik, pertumbuhan transaksi marketplace diharapkan dapat memberikan manfaat yang lebih besar bagi pelaku usaha.

Baca Juga: Usai Pajak Marketplace Ditunda, Blibli Fokus Rampungkan Perbaikan Sistem

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×