kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |

Heboh isu Esemka Rebadge dari mobil China, benarkah?


Rabu, 14 Agustus 2019 / 07:40 WIB

Heboh isu Esemka Rebadge dari mobil China, benarkah?
ILUSTRASI. PABRIK MOBIL ESEMKA

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Selain menegaskan bila Esemka merupakan perusahaan swasta tanpa campur tangan Presiden Joko Widodo ( Jokowi), Eddy Wirajaya selaku Presiden Direktur PT Solo Manufaktur Kreasi (Esemka), juga membantah rumors yang mengatakan bila produknya merupakan rebadge dari mobil China.

Menurut Eddy, kabar tersebut tidak benar, karena pabrik Esemka sendiri sudah memiliki ragam fasilitas untuk memproduksi mobil. "Tidak, tidak benar itu (rebadge). Mobil yang ini kami produksi sendiri, tapi memang ada beberapa komponen yang masih kami impor. Komponen itu dikirim terurai dan kami rakit sendiri di pabrik," kata Eddy kepada beberapa media di Jakarta, Selasa (13/8).

Seperti diketahui, beberapa waktu lalu saat pabrik Esemka selesai dibangung dan mulai ada aktiviatas, timbul rumor bahwa Esemka hanya mendatangkan mobil dari China dan mengganti emblemnya dengan Esemka. Hal ini lantaran adanya beberapa model Esemka yang dari segi desain dan bentuk serupa dengan mobil-mobil asal Tiongkok.

Kabar soal mengganti emblem juga ditegaskan kembali oleh Direktur PT Solo Manufaktur Kreasi Joko Sutrisno. Menurut Joko, persepsi yang timbul beberapa waktu lalu mengenai Esemka adalah mobil China cukup ekstrem.

Namun Joko mengakui bila memang ada beberapa mobil dari luar yang menjadi inspirasi untuk dijadikan model produksi Esemka di Indonesia. Tapi bukan berarti benar-benar diterapkan serupa dengan produk yang sudah ada.

"Bila hanya mau ganti emblem, buat apa kami sampai bangun pabrik dan menyediakan semua fasilitas untuk produksi. Jadi memang ada inspirasi yang kita tiru, tapi kita juga kita kembangkan lagi, artinya di situ kita juga ikut memproduksi dan ada transfer teknologi," ucap Joko.

40 Mobil Mobil produksi PT Solo Manufaktur Kreasi itu dikabarkan sudah dalam tahap persiapan produksi massal. Bagian produksi akan dilakukan di pabrik Esemka yang berdiri di Desa Demangan, Boyolali, Jawa Tengah.

Pekerjanya rata-rata diisi oleh lulusan sekolah menengah kejuruan (SMK). Saat ini pabrik Esemka diklaim mampu menghasilkan 40 mobil per hari. Model yang diproduksi, yakni Esemka Bima berjenis kendaraan niaga ringan dengan kandungan komponen lokal mencapai 60%.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Benarkah Esemka Rebadge dari Mobil China?"

 


Reporter: Barratut Taqiyyah Rafie
Editor: Barratut Taqiyyah Rafie
Video Pilihan

TERBARU
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2019 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0004 || diagnostic_api_kanan = 0.0004 || diagnostic_web = 0.1938

Close [X]
×