kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.675.000   10.000   0,38%
  • USD/IDR 16.910   28,00   0,17%
  • IDX 9.075   42,82   0,47%
  • KOMPAS100 1.256   8,05   0,64%
  • LQ45 889   7,35   0,83%
  • ISSI 330   0,23   0,07%
  • IDX30 452   3,62   0,81%
  • IDXHIDIV20 533   4,12   0,78%
  • IDX80 140   0,85   0,61%
  • IDXV30 147   0,15   0,10%
  • IDXQ30 145   1,19   0,83%

Heinz ABC membidik pasar Myanmar dan Papua Nugini


Sabtu, 12 Juli 2014 / 07:12 WIB
Heinz ABC membidik pasar Myanmar dan Papua Nugini
ILUSTRASI. Obat diare alami selanjutnya adalah pantang mengonsumsi makanan tertentu.


Reporter: Benediktus Krisna Yogatama | Editor: Anastasia Lilin Yuliantina

JAKARTA. Pertumbuhan penjualan ekspor double digit sebesar 20% per tahun, memacu PT Heinz ABC Indonesia mencari pasar baru. Setelah tahun lalu menambah pasar ekspor Timor Leste, perusahaan ini mengaku mengincar pasar ekspor Myanmar dan Papua Nugini.

Sayangnya Heinz ABC tak mau berbagi informasi detail tentang rencana ini. Termasuk besaran investasi yang disiapkan untuk melebarkan pasar tersebut. Yang pasti, produsen kecap merek ABC ini menyatakan telah mencicipi penjualan ekspor dari negara Malaysia, Australia, Belanda, Inggris, Amerika, Saudi Arabia.

Penambahan pasar ekspor tersebut diharapkan bisa mendukung target perusahaan ini secara keseluruhan. Meski, Heinz mengakui pasar domestik tetap menggiurkan. "Kami setiap tahun selalu menargetkan pertumbuhan bisnis double digit setiap tahun. Pasar untuk food and beverages Indonesia sangat besar," beber Wishnu Pramuji, Presiden Direktur Heinz ABC Indonesia, Kamis (10/7).

Selain mencari pasar baru, layaknya strategi umum para pelaku usaha, Heinz ABC bakal meluncurkan produk baru dan kemasan baru. Perusahaan ini mengaku produk yang masih dirahasiakan tersebut bakal memanfaatkan bahan baku dalam negeri.

Sekadar informasi, Heinz ABC memiliki tiga pabrik di Daan Mogot (Jakarta Barat), Karawang (Jawa Barat) dan Pasuruan (Jawa Timur). Sebanyak 60% pendapatan perusahaan dari penjualan produk kategori makanan seperti kecap, sambal, saos dan sarden. Sisanya dari produk minuman seperti sirup, kacang hijau, dan  jus.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Foreign Exchange & Hedging Strategies Investing From Zero

[X]
×